Pemkab Jayapura Pastikan Festival Danau Sentani XV Digelar Agustus 2026, Targetkan Wisatawan Mancanegara

Pemerintah Kabupaten Jayapura kembali memastikan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV akan berlangsung pada Agustus 2026, dengan harapan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara melalui sinergi agenda pariwisata.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Jayapura Pastikan Festival Danau Sentani XV Digelar Agustus 2026, Targetkan Wisatawan Mancanegara
Pemerintah Kabupaten Jayapura kembali memastikan pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) XV akan berlangsung pada Agustus 2026, dengan harapan menarik lebih banyak wisatawan mancanegara melalui sinergi agenda pariwisata. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, kembali menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan Festival Danau Sentani (FDS) XV pada Agustus 2026. Kepastian ini disampaikan untuk memastikan persiapan matang dan optimalisasi daya tarik acara bagi wisatawan. Perubahan jadwal dari Juli ke Agustus ini merupakan strategi untuk meningkatkan kunjungan turis, khususnya dari mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Theopilus Wonda, menjelaskan bahwa puncak acara Festival Danau Sentani akan jatuh pada 4 Agustus 2026. Penyesuaian waktu ini dilakukan dengan mempertimbangkan kalender pariwisata regional. Tujuannya adalah menciptakan sinergi dengan festival besar lainnya di Papua.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi pariwisata Papua secara keseluruhan. Dengan demikian, Festival Danau Sentani tidak hanya menjadi agenda lokal, tetapi juga bagian integral dari promosi pariwisata Indonesia Timur. Pemkab Jayapura berupaya keras menjadikan FDS XV sebagai magnet bagi pengunjung domestik dan internasional.

Pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) pada bulan Agustus 2026 merupakan keputusan strategis Pemkab Jayapura untuk menyelaraskan jadwal dengan Festival Lembah Baliem di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Theopilus Wonda menyatakan, "Ini merupakan komitmen kami bahwa FDS tidak lagi dilaksanakan pada Juli seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi akan dilaksanakan pada Agustus, karena puncak dari FDS akan dilaksanakan pada 4 Agustus 2026." . Strategi ini dirancang untuk memudahkan wisatawan mancanegara yang ingin mengunjungi kedua festival ikonik tersebut dalam satu rangkaian perjalanan. "Pada 2025, Festival Lembah Baliem dilaksanakan pada 7-9 Agustus, dengan demikian para wisatawan mancanegara bisa mengunjungi FDS di Kabupaten Jayapura, kemudian bisa langsung ke Festival Lembah Baliem," ujarnya.

Sebelum acara puncak Festival Danau Sentani, akan ada pra-FDS yang dijadwalkan pada awal Juli 2026. Kegiatan pra-FDS ini akan menampilkan beragam kuliner lokal khas Papua dan kerajinan tangan dari masyarakat sekitar Danau Sentani. Ini menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati kekayaan budaya dan produk-produk asli daerah. Selain itu, panitia juga akan menyiapkan stan khusus bagi peserta dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Sarmi, Keerom, dan Kota Jayapura, untuk turut memamerkan potensi daerah mereka.

Sinergi antara Festival Danau Sentani dan Festival Lembah Baliem diharapkan dapat menciptakan paket wisata yang menarik. Hal ini tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memperpanjang durasi tinggal mereka di Tanah Papua. Peningkatan kunjungan ini tentu akan berdampak positif pada perekonomian lokal, mulai dari sektor UMKM hingga jasa akomodasi dan transportasi. Pemkab Jayapura optimis strategi ini akan membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Persiapan Festival Danau Sentani (FDS) XV tahun 2026 telah dimulai dengan serius oleh Pemkab Jayapura. Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura sekaligus Ketua Panitia FDS 2026, Gilbert Yakwart, mengungkapkan rencana besar untuk mengundang tokoh penting. "Kemudian, untuk anggaran awal yang sudah ada pada Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura sebesar Rp22 miliar untuk pelaksanaan FDS," katanya. Panitia berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto atau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk membuka ajang pariwisata berskala nasional ini. Kehadiran pemimpin negara diharapkan dapat meningkatkan gaung dan prestise Festival Danau Sentani di kancah nasional maupun internasional.

Anggaran awal yang dialokasikan untuk pelaksanaan Festival Danau Sentani mencapai Rp22 miliar, bersumber dari Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura. Dana sebesar ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyukseskan acara. Anggaran tersebut akan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk promosi, pembangunan infrastruktur pendukung, logistik acara, serta honorarium bagi para seniman dan pengisi acara. Pengelolaan anggaran akan dilakukan secara transparan dan akuntabel demi keberhasilan festival.

Partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat adat, pelaku seni, dan sektor swasta, sangat diharapkan untuk menyemarakkan Festival Danau Sentani. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga wadah pelestarian budaya dan promosi potensi daerah. Dengan dukungan penuh dan persiapan yang matang, Festival Danau Sentani XV diharapkan dapat terselenggara dengan sukses dan memberikan dampak positif berkelanjutan bagi Kabupaten Jayapura.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi