Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menegaskan peran krusial industri kreatif dalam mendorong praktik ekonomi restoratif di tengah masyarakat. Pernyataan ini disampaikannya dalam forum diskusi Kunstkring Dialogue yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (27/6). Beliau menyoroti bahwa industri kreatif mampu menjadikan konsep restoratif relevan melalui inovasi dan kolaborasi.
Menurut Irene Umar, ekonomi restoratif bukan sekadar mengurangi dampak negatif lingkungan, melainkan langkah maju untuk memulihkan ekosistem. Industri kreatif didorong untuk aktif memulihkan lingkungan, budaya, dan ekosistem sosial melalui berbagai aktivitas ekonomi. Pendekatan ini mencakup seluruh rantai nilai, dari produksi hingga pemasaran produk yang tidak bersifat eksploitatif.
Komitmen Kemenekraf untuk memperkuat ekonomi restoratif melalui industri kreatif berorientasi pada keberlanjutan. Fokusnya adalah pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini diharapkan dapat menjadi fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan dengan nilai ekonomi tinggi.
Advertisement
Advertisement
Ekonomi restoratif merupakan sebuah pendekatan pembangunan yang melampaui konsep keberlanjutan atau sustainability. Fokusnya tidak hanya sekadar mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, namun juga secara aktif berupaya memulihkan ekosistem yang telah rusak. Pendekatan ini mencakup pemulihan lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara holistik.
Dalam konteks ini, industri kreatif memiliki peran strategis untuk menjembatani praktik restoratif agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat luas. Terutama bagi generasi muda, industri kreatif dapat menyajikan konsep ini dalam bentuk yang menarik dan relevan. Ini mencakup seluruh proses dari produksi hingga pemasaran produk yang berlandaskan prinsip restoratif.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menjelaskan pentingnya seluruh rantai nilai dalam praktik ini. “Dari sebelum storytelling sudah ada yang namanya produksi barangnya secara tidak ekstraktif, bagaimana pengemasan barangnya, bagaimana pemasaran barangnya sampai ke konsumen. Ini adalah tali rantai yang tidak bisa terputuskan,” kata Irene. Hal ini menunjukkan bahwa setiap tahapan harus mengedepankan keberlanjutan.
Advertisement
Kemenekraf berkomitmen penuh untuk mendorong ekonomi restoratif melalui penguatan industri kreatif. Orientasi utamanya adalah keberlanjutan, pelestarian budaya lokal, dan pemberdayaan komunitas. Ini merupakan upaya nyata untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat Indonesia.
Advertisement
Untuk mencapai tujuan ekonomi restoratif, kerangka ASIK (Alam, Sejarah, Imajinasi, dan Kolaborasi) diyakini menjadi fondasi yang kuat. Kerangka ini bertujuan untuk membangun daerah dengan menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Pada saat yang sama, ASIK juga berupaya menjaga sumber daya alam dan identitas budaya yang menjadi kekuatan utama setiap wilayah.
Indonesia memiliki modal besar yang tak ternilai, yaitu kreativitas dan imajinasi yang melimpah dari masyarakatnya. Potensi ini merupakan aset penting dalam mengembangkan praktik ekonomi restoratif di berbagai sektor industri kreatif. Dengan kekayaan budaya dan alam, Indonesia memiliki keunikan yang dapat dioptimalkan.
Irene Umar menekankan bahwa inovasi dan kolaborasi adalah masa depan pembangunan berkelanjutan. “Inovasi dan kolaborasi ini merupakan the future. Unique selling points ekonomi kreatif Indonesia itu terletak pada budaya dan sejarah kita. Dengan adanya itu barulah kita bisa mendefinisikan ke depannya seperti apa,” ujarnya. Ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan warisan lokal.
Advertisement
Tantangan utama yang dihadapi bukan lagi mencari lebih banyak sumber daya, melainkan bagaimana memperkuat kolaborasi antar-pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat sangat penting. Kolaborasi yang erat akan memastikan potensi daerah dapat berkembang secara berkelanjutan dan optimal.
Sumber: AntaraNews