Bamsoet Ajak Alumni Lemhannas Perkuat Stabilitas Nasional di Tengah Geopolitik Global
Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Ikatan Alumni Lemhannas menjadi garda terdepan menjaga Stabilitas Nasional, merespons dinamika geopolitik global yang memicu krisis multidimensi.
Anggota DPR RI Bambang Soesatyo, yang akrab disapa Bamsoet, mengajak Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) untuk berperan aktif. Ajakan ini disampaikan saat acara halalbihalal IKAL Lemhannas di Jakarta pada Minggu, 26 April. IKAL diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional.
Seruan tersebut muncul di tengah kompleksitas dinamika geopolitik global yang terus meningkat. Situasi ini membawa dampak signifikan pada berbagai sektor, termasuk ekonomi, energi, serta keamanan nasional Indonesia. Bamsoet menekankan pentingnya peran strategis alumni Lemhannas.
IKAL memiliki anggota dari berbagai latar belakang, seperti pemerintahan, militer, dunia usaha, dan akademisi. Jaringan luas serta bekal pemikiran strategis mereka sangat dibutuhkan. Hal ini bertujuan memastikan kebijakan negara dapat berjalan efektif menghadapi tantangan global.
Tantangan Geopolitik dan Dampaknya pada Stabilitas Nasional
Bamsoet menyoroti situasi global yang kini menunjukkan eskalasi konflik. Kondisi ini secara langsung berdampak pada sektor ekonomi, energi, dan keamanan nasional, termasuk di Indonesia. Konflik di Timur Tengah, misalnya, telah mengganggu jalur energi dunia.
Gangguan tersebut meningkatkan ketidakpastian global dan memicu kenaikan harga komoditas. Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) pada April 2026 mengonfirmasi bahwa konflik geopolitik memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia sebagai negara berkembang merasakan tekanan ini.
Ketergantungan Indonesia pada impor energi menyebabkan tekanan serius pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Lonjakan harga minyak dunia berpotensi membengkak subsidi energi hingga ratusan triliun rupiah. Situasi ini menciptakan krisis multidimensi yang memengaruhi harga energi, inflasi, serta daya beli masyarakat.
Peran Strategis IKAL Lemhannas dalam Menjaga Stabilitas Nasional
Ketua DPR RI ke-20 ini menegaskan bahwa IKAL Lemhannas memiliki posisi strategis. Anggotanya terdiri dari tokoh lintas sektor, mulai dari pemerintahan hingga akademisi. Mereka memiliki bekal pemikiran strategis dan jaringan luas.
Bambang Soesatyo mendorong IKAL untuk lebih aktif dalam memberikan masukan kebijakan. Masukan ini harus berbasis analisis mendalam terhadap situasi global dan domestik. Peran ini krusial untuk memastikan kebijakan negara dapat berjalan efektif.
Selain itu, IKAL juga diharapkan memperkuat literasi kebangsaan dan menjaga kohesi sosial. Hal ini penting di tengah potensi polarisasi yang bisa timbul akibat tekanan global. “Jika tidak dikelola dengan baik, tekanan global dapat memicu instabilitas di dalam negeri. Di sinilah peran IKAL Lemhannas sebagai perekat bangsa menjadi penting,” ujar Bamsoet.
Adaptasi dan Kontribusi IKAL di Era Digital
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia itu juga mengingatkan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Transformasi digital dan ancaman siber menjadi tantangan baru yang harus dihadapi. IKAL perlu mengembangkan pemikiran strategis yang adaptif.
Adaptasi ini mencakup kemampuan merespons cepat terhadap perubahan teknologi. Selain itu, IKAL harus mampu menawarkan solusi inovatif untuk berbagai permasalahan. Hal ini akan memastikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional.
“Ke depan, IKAL Lemhannas harus menjadi pusat pemikiran strategis yang adaptif, responsif, dan solutif agar dapat berkontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional,” kata Bamsoet. Ini menunjukkan harapan besar terhadap peran IKAL di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews