Waspada! Gempa Embusan Naik Drastis, PGA Ajak Warga Siaga Aktivitas Gunung Karangetang
Ketua PGA mengingatkan warga Siau untuk waspada terhadap potensi guguran lava dan awan panas guguran akibat peningkatan signifikan aktivitas Gunung Karangetang.
Yudia Prama Tatipang, Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA), baru-baru ini menyerukan kewaspadaan tinggi. Ia mengajak seluruh warga di sekitar Gunung Karangetang, Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, untuk selalu siaga.
Peringatan ini disampaikan menyusul peningkatan signifikan aktivitas vulkanik gunung tersebut. Warga diminta mewaspadai potensi guguran lava maupun awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Data pengamatan menunjukkan adanya lonjakan gempa embusan yang drastis dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini menjadi indikator utama tingginya potensi bahaya dari Gunung Karangetang.
Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Karangetang
Yudia Prama Tatipang menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih menunjukkan tingkat yang tinggi. "Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang masih tinggi diindikasikan dengan meningkatnya gempa embusan serta terekamnya gempa-gempa lainnya," kata Yudia di Manado, Sabtu.
Hasil pengamatan aktivitas Gunung Karangetang pada Jumat (12/9) periode pukul 00:00 Wita hingga 24:00 Wita, terekam gempa embusan sebanyak 228 kali. Jumlah ini melonjak drastis bila dibandingkan dengan frekuensi gempa embusan pada periode sebelumnya yang hanya terekam tiga kali.
Selain gempa embusan, Pos PGA Karangetang juga merekam satu kali gempa guguran, 12 kali gempa tremor non-harmonik, 27 kali gempa tremor harmonik, satu kali gempa vulkanik dangkal, empat kali gempa vulkanik dalam, lima kali gempa tektonik lokal, dan empat kali gempa tektonik jauh. "Kondisi (kegempaan) ini bisa saja menyebabkan terjadinya erupsi guguran lava maupun awan panas," tambah Yudia.
Rekomendasi dan Zona Bahaya Gunung Karangetang
Meskipun tingkat aktivitas Gunung Karangetang berada pada Level II (Waspada), Yudia berharap warga mematuhi radius bahaya yang direkomendasikan. Kepatuhan terhadap rekomendasi ini sangat penting untuk menjamin keselamatan masyarakat.
Beberapa rekomendasi yang harus dipatuhi adalah masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian, dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya. Zona ini meliputi radius 1,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah Utara) dan kawah utama (selatan).
Selain itu, area perluasan sektoral ke arah Barat Daya dan Selatan sejauh 2,5 kilometer juga harus dihindari. Warga juga diminta mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Ancaman Lahar Hujan dan Banjir Bandang
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan. Mereka perlu mewaspadai potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang.
Material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung berpotensi terbawa oleh air hujan deras. Hal ini dapat memicu aliran lahar dingin yang sangat berbahaya dan dapat mengalir hingga ke wilayah pantai.
Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi mengenai jalur evakuasi serta tanda-tanda bahaya perlu terus digencarkan. Kesiapsiagaan dini sangat krusial untuk meminimalkan risiko bencana dan menjaga keselamatan jiwa masyarakat.
Sumber: AntaraNews