Gunung Karangetang: Fenomena Guguran Lava Pijar Sesekali Terjadi, Masyarakat Diminta Waspada
Pos PGA melaporkan Gunung Karangetang di Pulau Siau sesekali mengeluarkan guguran lava pijar. Warga diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi radius bahaya yang telah ditetapkan demi keselamatan.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang melaporkan adanya aktivitas vulkanik berupa guguran lava pijar dari kawah dua Gunung Karangetang. Fenomena ini terjadi sesekali di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Laporan pengamatan pada tanggal 18 Oktober 2025 ini mengindikasikan bahwa gunung api tersebut masih menunjukkan aktivitas yang perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar.
Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang, menjelaskan bahwa sinar api samar-samar terlihat setinggi 10 meter, dengan bara api yang mengecil. Guguran lava pijar teramati meluncur sejauh lebih kurang 50 meter, mengarah ke area kawah utara dan selatan. Sebagian material pijar juga masuk ke Kali Hiung, menunjukkan pergerakan material vulkanik yang signifikan.
Selain guguran lava, suara gemuruh juga sering terdengar dari Gunung Karangetang, bervariasi dari lemah hingga kuat. Meskipun demikian, tingkat aktivitas Gunung Karangetang tetap berada pada Level II atau Waspada, yang menuntut kewaspadaan tinggi dari warga setempat. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Aktivitas Visual dan Seismik Terkini Gunung Karangetang
Pengamatan visual terhadap Gunung Karangetang pada periode 18 Oktober 2025 menunjukkan adanya sinar api samar-samar yang mencapai ketinggian 10 meter di atas kawah. Bara api yang terlihat cenderung mengecil, namun sesekali terjadi guguran lava pijar yang meluncur sejauh 50 meter. Luncuran lava pijar ini bergerak menuju area kawah utara dan selatan, serta sebagian masuk ke Kali Hiung.
Aktivitas seismik Gunung Karangetang juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan gempa embusan mendominasi rekaman seismogram. Tercatat 174 kali gempa embusan dengan amplitudo 5-50 milimeter dan durasi 26.12-30.95 detik. Selain itu, terekam pula dua kali gempa tremor non-harmonik dengan amplitudo 20 milimeter dan durasi 62.83-67.67 detik.
Jenis gempa lain yang terdeteksi meliputi satu kali gempa tremor harmonik dengan amplitudo 50 milimeter dan durasi 64.38 detik. Terdapat juga satu kali gempa hybrid/fase banyak serta dua kali gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan pergerakan magma di bawah permukaan. Lima kali gempa tektonik jauh juga tercatat, menunjukkan adanya aktivitas tektonik di wilayah tersebut.
Dominasi gempa embusan pada seismogram menegaskan bahwa Gunung Karangetang masih dalam fase aktif. Meskipun demikian, pihak Pos PGA Karangetang menegaskan bahwa tingkat aktivitas gunung api ini masih berada pada Level II atau Waspada. Kondisi ini memerlukan pemantauan berkelanjutan dan kesiapsiagaan dari seluruh pihak terkait di sekitar Gunung Karangetang.
Imbauan Keselamatan dan Radius Bahaya Gunung Karangetang
Mengingat status Level II (Waspada) Gunung Karangetang, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati, mendaki, atau beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya. Radius bahaya yang direkomendasikan adalah 1.5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan). Area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya juga ditetapkan sejauh 2.5 kilometer.
Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang, menekankan pentingnya mematuhi rekomendasi ini demi keselamatan bersama. Zona larangan ini diberlakukan untuk meminimalkan risiko dampak dari aktivitas vulkanik yang tidak terduga. Kepatuhan terhadap imbauan ini sangat krusial untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan di sekitar Gunung Karangetang.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Material lava sebelumnya yang menumpuk di lereng gunung masih dalam kondisi belum stabil dan mudah runtuh. Ancaman ini terutama berlaku untuk sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya Gunung Karangetang, yang merupakan jalur luncuran material vulkanik.
Pihak berwenang akan terus memantau aktivitas Gunung Karangetang secara intensif dan memberikan informasi terbaru kepada publik. Dengan mematuhi semua pedoman dan tetap waspada, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bahaya yang ditimbulkan oleh aktivitas vulkanik Gunung Karangetang. Keselamatan warga adalah prioritas utama dalam menghadapi situasi ini.
Sumber: AntaraNews