Waspada Bahaya Obesitas Anak! Selain Gula, Ini Aktivitas yang Bisa Jadi Pemicu Utama
Obesitas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan psikologis.
Masalah obesitas pada anak masih menjadi ancaman kesehatan di Indonesia. Obesitas dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan psikologis.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, angka overweight dan diabetes pada anak meningkat menjadi 19,7 persen atau nyaris 20 persen pada 2023. Angka ini naik tipis dari data pada 2013 sebesar 19,6 persen.
Rinciannya, 11,9 persen overweight dan 7,8 persen obesitas. Jika digabungkan prevalensi overweight dan obesitas pada anak di 2023 menjadi 19,7 persen.
"Angka persentasenya 20% obesitas pada anak," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, kepada merdeka.com, Jumat (16/5).
Namun, jika dibandingkan pada tahun 2018, angka obesitas pada anak di 2023 menurun. Pada 2018, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, angka obesitas pada anak mencapai 21,6 persen.
Konsumsi Gula Berlebihan dan Kurang Aktivitas Fisik
Menurut Nadia, setidaknya ada dua penyebab obesitas pada anak saat ini. Pertama, konsumsi gula berlebihan. Kedua, kurangnya aktivitas fisik karena anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain gadget.
"Iya karena konsumsi gula dan juga aktivitas fisik yang sangat kurang. Kan kebiasaan main gadget, sedentary," ucap Nadia.
Praktisi Kesehatan Masyarakat mengatakan, untuk mencegah obesitas perlu ada pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak.
Khusus dewasa, gula dibatasi hanya empat sendok makan sehari, garam satu sendok, dan minyak lima sendok makan. Sementara untuk anak-anak, jumlah konsumsi gula, garam, dan lemak hanya cukup setengah dari takaran untuk orang dewasa tersebut.
Jangan Sampai Meninggal karena Obesitas
Nadia meminta orang tua mewaspadai obesitas pada anak. Perlu dukungan orang tua untuk mencegahnya. Dia mengingatkan, obesitas bisa menjadi pemicu sakit jantung, stroke, ginjal, hingga kanker hati.
Nadia mengatakan, penyakit tidak menular tidak terjadi dalam waktu singkat. Melainkan butuh waktu bertahun-tahun hingga mencapai puncak penyakit.
"Jangan sampai kita sampai pada kematian dan kecacatan dikarenakan kita tidak bisa mencegah progresifitas penyakit itu dalam tubuh kita dengan mengendalikan faktor risiko termasuk obesitas," ucap Nadia.