Perhimpunan Dokter Neurologi Indonesia (Perdosni) pada tahun 2026 ini menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan dokter saraf di rumah sakit daerah. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan otak masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Inisiatif ini juga menjadi bagian integral dari upaya nasional dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang sehat dan produktif.
Pernyataan kesiapan ini disampaikan oleh Ketua Majelis Pendidikan Neurologi Perdosni Pusat, Muhammad Akbar, di Makassar pada Sabtu, 2 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa Perdosni siap memberikan rekomendasi bagi rumah sakit yang belum memiliki spesialis neurologi. Namun, ada syarat penting yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah, yaitu penyediaan sarana prasarana minimal berupa alat CT-scan.
Menurut Muhammad Akbar, ketersediaan CT-scan sangat krusial untuk menegakkan diagnosis yang akurat dalam bidang neurologi. Tanpa alat tersebut, dokter akan kesulitan dalam memberikan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas ini menjadi kunci utama keberhasilan program pemerataan dokter saraf.
Advertisement
Advertisement
Data menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan dokter neurologi di Indonesia. Berdasarkan buku perjalanan nasional tenaga medis dan tenaga kesehatan, proyeksi kebutuhan dokter neurologi pada tahun 2026 adalah 2.987 orang. Sementara itu, jumlah neurolog yang ada di Indonesia saat ini sekitar 2.800 orang.
Meskipun akan ada 228 lulusan neurologi baru tahun ini dan 950 calon neurologi sedang menempuh pendidikan di 16 program studi se-Indonesia, tantangan pemerataan masih besar. Muhammad Akbar mengungkapkan bahwa data dari Kemenkes menunjukkan ada 102 rumah sakit yang belum memiliki dokter neurologi, dan 82 di antaranya adalah rumah sakit daerah.
Kondisi ini menggarisbawahi pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai peran vital ahli saraf, khususnya di kota-kota yang belum memiliki dokter neurologi. Ketersediaan fasilitas diagnostik seperti CT-scan menjadi prasyarat mutlak. Tanpa alat ini, seorang neurolog tidak dapat bekerja secara optimal dalam menegakkan diagnosis dan memberikan perawatan yang efektif kepada pasien.
Advertisement
Advertisement
Perdosni, melalui Kolegium Neurologi Indonesia, berperan aktif dalam meningkatkan standar pendidikan dan kompetensi dokter spesialis neurologi. Ketua Kolegium Neurologi Indonesia, Syahrul, menyebutkan bahwa terdapat 20 pusat pendidikan dokter spesialis neurologi di Indonesia, termasuk di Universitas Hasanuddin, yang bertugas memastikan kualitas lulusan.
Upaya ini mencakup penyusunan standar pendidikan dan standar kompetensi agar setiap dokter spesialis neurologi memiliki kualitas yang baik dan merata. Syahrul menekankan bahwa Perdosni hadir untuk memacu minat para dokter dalam mendalami bidang neurologi, yang merupakan kebutuhan mendesak masyarakat.
Perdosni juga berupaya untuk membantu pemerataan persebaran dokter spesialis neurologi di seluruh wilayah Indonesia. Kolaborasi dengan berbagai universitas dan pemerintah sangat diperlukan untuk mengembangkan sistem yang mendukung fasilitas rumah sakit memadai, tenaga kompeten, serta sistem pelayanan yang seharusnya.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan kualitas layanan neurologi dan pemerataan dokter saraf merupakan bagian dari visi besar untuk menciptakan Generasi Emas 2045. Kesehatan otak dianggap sebagai fondasi utama untuk membangun sumber daya manusia unggul yang produktif dan inovatif.
Perdosni terus berupaya meningkatkan standar pendidikan, kompetensi, dan memacu keinginan para dokter untuk menyelami pendidikan di bidang neurologi. Hal ini sejalan dengan kebutuhan dan harapan masyarakat akan akses layanan kesehatan otak yang lebih baik.
Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan sinergi yang kuat antara Perdosni, universitas, dan pemerintah daerah. Dengan fasilitas yang memadai, tenaga medis yang kompeten, dan sistem yang terintegrasi, diharapkan pelayanan neurologi di Indonesia dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat secara luas.
Advertisement
Sumber: AntaraNews