Wapres Gibran Minta Maaf Gaduh Kebijakan Distribusi Gas 3Kg
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat kebijakan distribusi gas elpiji 3kg.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat kebijakan distribusi gas elpiji 3kg. Imbasnya, terjadi antrean warga yang membeli gas di pangkalan lantaran tidak ada penjualan di pengecer.
Hal itu disampaikan Gibran saat meninjau langsung pangkalan gas 3 kg di Jl. Menteng Wadas Timur, Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Rabu (5/2). Tinjauan dilakukan di salah satu agen sub pangkalan resmi bernama Toko Merry. Dikutip dari siaran pers, setibanya di lokasi, Gibran menyaksikan langsung masyarakat membeli gas dari truk resmi milik Pertamina.
Wapres Gibran mengatakan, distribusi elpiji harus tertib dan adil untuk menghindari kelangkaan serta fluktuasi harga yang dapat merugikan masyarakat, terutama pelaku usaha kecil di sektor kuliner.
Gibran berharap, kebijakan baru bisa dijalankan dengan baik oleh semua pihak. Tujuannya, demi menutup celah penimbunan elpiji secara ilegal yang berpotensi mengganggu ketersediaan di pasaran.
Gibran Minta Maaf
Mantan wali kota Solo ini menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas perubahan kebijakan yang sempat membuat gaduh. Wapres berpesan kepada semua pihak agar tidak ragu untuk melapor ke pemerintah bila kembali menemukan kendala.
Putra sulung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo itu meyakini, dengan distribusi yang lebih terstruktur melalui sub-pangkalan resmi, masyarakat dapat memperoleh elpiji bersubsidi dengan harga yang wajar, serta para pelaku usaha kecil dapat menjalankan usahanya dengan lancar tanpa hambatan akibat pasokan yang tidak stabil.
Wapres Gibran memastikan, pemerintah akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini guna memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Reporter: Muhammad Radityo/Liputan6.com