Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meminta agar polemik elpiji 3 kilogram (kg) yang sempat mengalami kelangkaan karena perubahan kebijakan tak lagi dipermasalahkan. Bahlil mengatakan apabila kebijakan tersebut salah, maka itu merupakan salah dirinya.
"Enggak usah dipersalahkan siapa-siapa. Jadi kesalahan kami, kalau itu ada salah. Kalau itu ada kelebihan, itu ada kebenaran pemerintah," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/2).
Dia menyampaikan bahwa Kementerian ESDM ingin melakukan perbaikan dalam pendistribusian elpiji 3 kilogram. Pasalnya, Bahlil menyebut selama ini subsidi 3 kg tidak tepat sasaran dan adanya 'gas melon' oplosan yang dijual ke industri.
Untuk itu, Bahlil membuat kebijakan pengecer dilarang menjual elpiji 3 kilogram. Hal ini membuat elpiji 3 kilogram menjadi langka sebab hanya pangkalan resmi terdaftar yang menjual elpiji 3 kilogram.
Namun, Presiden Prabowo Subianto meminta agar perbaikan penataan tersebut tak membuat masyarakat kesulitan dalam mendapat elpiji 3 kilogram. Sehingga, pengecer kini diperbolehkan kembali menjual elpiji 3 kilogram.
"Perintah Bapak Presiden kepada kami baik tadi malam tadi pagi adalah memastikan agar subsidi tepat sasaran tetap jalan, namun masyarakat harus mendapat juga dengan cara mudah. Maka solusi yang kita bangun atas perintah Bapak Presiden, pengecer semua kita naik kelaskan menjadi sub pangkalan," jelas Bahlil.
Siap Tanggung Jawab
Dia menuturkan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil kajian mendalam dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak tahun 2023. Hal ini dikarenakan adanya temuan penyalahgunaan dari oknum-oknum pengecer dalam menjual elpiji 3 kilogram.
Bahlil pun meminta agar polemik elpiji 3 kilogram tak dikaitkan ke pihak-pihak lain. Dia menekankan Kementerian ESDM akan bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan penataan subsidi elpiji 3 kikogram.
"Udahlah, kesalahan itu tidak usah disampaikan ke siapa-siapa. Kami Kementerian ESDM yang harus mengambil alih tanggung jawab dan memang tanggung jawabnya itu untuk melakukan perbaikan penataan perintah dan Bapak Presiden wajib untuk tidak boleh ada masyarakat mendapatkan yang tidak tepat," tutur Bahlil.
Prabowo Minta Pengecer Gas LPG 3 Kg Jualan Lagi
Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco menyatakan Presiden Prabowo Subianto sudah meminta Mengeri ESDM Bahlil Lahadalia agar memberi izin pengecer gas LPG 3 kg untuk aktif berjualan kembali. Hal itu menanggapi polemik kelangkaan penjulan gas melon.
"Setelah komunikasi dengan Presiden, Presiden kemudian telah menginstruksikan kepada ESDM untuk perhari ini mengaktifkan kembali pengecer-pengecer yang ada untuk berjualan seperti biasa," kata Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/2).
Dasco menyebut rencana pengecer-pengecer menjadi sub pangkalan akan dilakukan secara bertahap.
"Sambil itu parsial dilakukan, para pengecer akan diminta, Presiden tadi menginstruksikan kepada ESDM agar perhari ini pengecer itu bisa berjualan kembali sambil kemudian secara parsial aturannya kemudian diselaraskan," kata dia.
Dasco menegaskan pelarangan pengecer menjual gas LPG 3 kg bukan dari Prabowo.
"Sebenarnya ini bukan kebijakannya dari Presiden untuk kemudian melarang kemarin itu, tapi melihat situasi dan kondisi tadi Presiden turun tangan untuk menginstruksikan agar para pengecer bisa berjalan kembali," kata dia.
Selain itu Dasco menegaskan stok LPG aman dan tak pernah langka.
"Stok tidak langka, stok ada, stok terkonfirmasi tidak langka," kata dia.
Advertisement