Jusuf Kalla Usul Harga BBM Naik, Gibran: Maaf Tidak Sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo
Gibran menyatakan, secara jelas dan tegas Presiden Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) merespons situasi global di Timur Tengah yang membuat harga minyak dunia meroket. JK pun mengusulkan, agar pemerintah Indonesia dapat melakukan penyesuaian harga dengan meningkatkan harga BBM.
Menjawab usulan JK, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima masukannya. Hanya saja, untuk saat ini sudah dipastikan oleh Presiden Prabowo hal itu tidak akan dilakukan.
"Pemerintah menghargai dan memberikan perhatian serius berbagai masukan yang ada, termasuk dari Bapak Jusuf Kalla terkait usulan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo," kata Gibran seperti dikutip dari keterangan tertulis diterima, Kamis (9/4).
Gibran menyatakan, secara jelas dan tegas Presiden Prabowo telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil.
"Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dan lain-lain," jelas Gibran.
Akselerasi Transisi Energi
Selain itu, lanjut Gibran, pemerintah juga tengah berupaya melakukan akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga terus didorong.
"Hari ini Bapak Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah," dia menandasi.
Sebagai informasi, usulan JK disampaikan di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026). Tujuannya, demi mengurangi defisit keuangan negara akibat subisidi yang membengkak akibat harga BBM dunia yang melonjak.
Pandangan Jusuf Kalla
"Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga," tutur JK.
JK berpandangan, tidak naiknya harga BBM memang baik tapi hanya untuk sementara waktu. Sebab dalam jangka panjang, tentu akan berdampak pada keuangan negara.
"Memang ada mengatakan jangan dinaikkan. Iya betul, tidak dinaikkan mungkin sementara bagus tetapi utang akan menumpuk, dengan subsidi yang (semakin) besar," JK menutup.