Wakapolri Salurkan Bantuan Fasilitas MCK dan Sumur Bor untuk Ribuan Pengungsi Gunung Lewotobi di NTT
Wakapolri menyerahkan bantuan fasilitas MCK dan sumur bor kepada 2.983 pengungsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, NTT. Bantuan ini sangat vital bagi kebutuhan dasar mereka.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo baru-baru ini menyalurkan bantuan vital berupa fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan sumur bor bagi ribuan pengungsi. Bantuan ini ditujukan untuk 2.983 warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Hunian Sementara (Huntara) II Desa Konga, Kecamatan Titehena, pada Sabtu. Inisiatif ini merupakan bagian dari program Bakti Sosial Batalyon Dhira Brata Akpol Angkatan 1990.
Tujuannya adalah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih menetap di lokasi pengungsian. Fasilitas ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi dan meningkatkan kualitas hidup mereka di tempat penampungan sementara.
Dukungan Kebutuhan Dasar Pengungsi Lewotobi
Kedatangan rombongan Wakapolri di Huntara II disambut hangat oleh Kepala Desa Konga, Aloysius Kung, beserta ratusan warga pengungsi. Sambutan adat dan tarian selendang mea oleh anak-anak turut memeriahkan suasana penyerahan bantuan fasilitas MCK ini. Dukungan moral ini sangat berarti bagi para pengungsi Gunung Lewotobi.
Wakapolri didampingi sejumlah perwira tinggi Polri alumni Akpol 1990, termasuk Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko. Sebagai bentuk kepedulian, Wakapolri secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada enam perwakilan warga terdampak. Bantuan ini meliputi fasilitas MCK dan sumur bor yang sangat dibutuhkan.
Menurut Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Hendry Novika Chandra, "Bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban keluarga yang masih menetap di hunian sementara." Penyaluran fasilitas MCK ini menjadi prioritas utama dalam membantu pengungsi Lewotobi.
Selain fasilitas MCK, Wakapolri juga meresmikan pemanfaatan sumur bor yang diperuntukkan bagi 829 kepala keluarga. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, uji coba kran sumur bor, serta peninjauan langsung fasilitas di kawasan Huntara II. Ini adalah langkah konkret dalam pemenuhan kebutuhan dasar.
Apresiasi dan Dampak Positif Bantuan
Kepala Desa Konga, Aloysius Kung, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan yang diberikan oleh Polri. Ia menekankan bahwa bantuan fasilitas MCK dan sumur bor ini memiliki dampak signifikan. Kehadiran Wakapolri dan rombongan memberikan semangat baru bagi pengungsi.
"Kami berterima kasih kepada Bapak Wakapolri dan Batalyon Dhira Brata Akpol 1990," ujar Aloysius Kung. Ia menambahkan, "Sumur bor, MCK, dan bantuan sosial ini sangat berarti bagi warga kami. Fasilitas ini menjawab kebutuhan utama hampir tiga ribu jiwa yang terdampak erupsi." Pernyataan ini menegaskan pentingnya bantuan tersebut.
Selain bantuan fisik, Wakapolri juga memberikan tali asih kepada anak-anak di Huntara II. Pemberian tali asih ini bertujuan sebagai dukungan moral bagi generasi muda yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Ini menunjukkan perhatian terhadap aspek psikologis pengungsi.
Program bakti sosial ini menunjukkan komitmen Polri dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Fasilitas MCK dan sumur bor ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sanitasi, tetapi juga memberikan harapan bagi para pengungsi. Upaya ini diharapkan dapat terus berlanjut.
Sumber: AntaraNews