Wacana Relokasi Warga Terdampak Longsor di Cisarua Bandung masih Tunggu Hasil Kajian
Langkah tersebut masih menunggu hasil kajian Badan Geologi ihwal lokasi relokasi untuk warga terdampak
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, menyatakan bahwa tidak akan ada lagi masyarakat yang bisa mendirikan ulang bangunan di kawasan terdampak longsor di di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Mereka yang rumahnya terdampak dipastikan bakal direlokasi.
Saat ini, ia mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan pemetaan kawasan yang nantinya dijadikan tempat hunian warga. Di sisi lain, langkah tersebut masih menunggu hasil kajian Badan Geologi ihwal lokasi relokasi untuk warga terdampak.
"Sesuai yang disampaikan pak gubernur, wilayah itu akan dijadikan kawasan hutan dengan penanaman pohon-pohon besar. Tidak mungkin masyarakat dikembalikan lagi ke sana," kata Asep kepada wartawan di Kantor Desa Pasirlangu, Selasa (27/1).
"Untuk relokasi tentu menunggu kajian Badan Geologi agar betul-betul aman," imbuh dia.
Dia menjelaskan, warga yang tidak terdampak langsung oleh longsor berpotensi juga direlokasi. Hal itu dilakukan untuk menghindari susulan bencana serupa.
"Sekali lagi kami menunggu hasil pengkajian, baik area yang terdampak langsung maupun sekitar Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua," tuturnya.
950 Pengungsi Menginap di Posko Desa Pasirlangu
Dikatakannya, upaya penanganan pascabencana bagi warga yang mengungsi di posko sementara dilakukan secara maksimal tak terkecuali untuk urusan kesehatan, pakaian, maupun ketersediaan makanan.
Ia menyebut, sedikitnya ada 950 pengungsi menginap di posko Desa Pasirlangu pada malam hari. Jumlah tersebut berkurang saat siang, sebab ada yang sebagian bekerja ke ladang.
Di posko sendiri, tampak banyak relawan berdatang baik petugas medis, kepolisian, kampus, hingga organisasi masyarakat untuk memberi bantuan. Selain itu, langkah trauma healing juga dilakukan oleh TNI-Polri, pemerintah daerah, serta dengan melibatkan Kementerian Agama melalui para penyuluh dan rohaniawan.
Di sisi lain, operasi pencarian SAR di lokasi longsor dihentikan sementara karena kendala cuaca berupa hujan pada siang hari. Adapun soal perkembangan hasil operasi SAR, Asep belum dapat menyampaikannya.
"Yang jelas jumlah korban sudah tertimbun itu (diidentifikasi) ada 34 orang," pungkas dia.