Viral Pengunjung di Rumah Makan Bu Imas Bandung Dipalak Parkir Rp50 Ribu
Momen itu direkam oleh korban dari dalam mobil. Juru parkir itu tampak meminta agar wanita itu tak merekamnya.
Viral di media sosial seorang wanita jadi korban ketok tarif parkir di atas Rp 30 ribu, bahkan disebut hingga Rp50 ribu. Itu terjadi usai ia berkunjung ke Rumah Makan Ibu Imas di bilangan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung belum lama ini.
Dalam tayangan yang beredar terlihat seorang juru parkir bertopi biru tengah meminta uang parkir. Momen itu direkam oleh korban dari dalam mobil. Juru parkir itu tampak meminta agar wanita itu tak merekamnya.
Di sisi lain, wanita yang diduga jadi korban tersebut menanyakan berapa tarif parkirnya sembari menyatakan keberatan karena juru parkir itu menembak harga parkir.
“Itu saya bilang Rp30 ribu enggak bisa. Jangan mahal-mahal,” ucap wanita itu dalam video.
Pelaku Ditangkap
Terkait peristiwa itu, Kanit Reskrim Polsek Regol Ipda Budi Umaran mengatakan, pihaknya bersama Dishub Kota Bandung telah menindaklanjutinya. Dia mengatakan, juru parkir yang kemudian diketahui berinisial D itu telah diamankan.
“Kita telah mengamankan petugas parkir, seorang lelaki, yang diketahui bernama Dani,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (11/7).
Budi mengatakan, saat ini pelaku telah dibawa ke Mapolsek Regol guna pemeriksaan lebih lanjut. Termasuk untuk mengungkap alasan terduga membanderol uang parkir dengan tarif tak wajar itu.
"Untuk selanjutnya dibawa ke Polsek Regol untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.
Kata Dishub Bandung
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyebut Dani bukan juru parkir resmi dari Dishub Kota Bandung. Dia bilang pihaknya bakal melakukan melakukan pembinaan kepada para juru parkir menyusul kejadian ini.
"Walaupun itu jukir liar tapi kami harus lakukan, minimal, pembinaan," ucap Rasdian dikonfirmasi wartawan.
"Siapa tahu rekan mitranya dengan jukir resmi, kan di situ ada jukir resmi juga, pasti ada irisannya di situ, harus kita dalami supaya ke depan, diharapkan tidak ada lagi kejadian seperti itu," lanjut dia.