Diarahkan 2 Pria Parkir di Trotoar, Warga Jakut Ini Kaget Tiba-Tiba Dipalak Rp60.000

Peristiwa ini dialami Tata yang baru pertama kalinya pada Sabtu (12/4) sekitar.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Diarahkan 2 Pria Parkir di Trotoar, Warga Jakut Ini Kaget Tiba-Tiba Dipalak Rp60.000
Diarahkan 2 Pria Parkir di Trotoar, Warga Jakut Ini Kaget Tiba-Tiba Dipalak Rp60.000 (Merdeka.com)

Tata Julia Permana (26) warga Jakarta Utara terkejut setelah kena getok tarif parkir liar sebesar Rp60.000 di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Padahal, kendaraan miliknya hanya diparkir di trotoar.

Peristiwa ini dialami Tata yang baru pertama kalinya pada Sabtu (12/4) sekitar pukul 14.40 WIB. Dia ke kawasan tersebut mengikuti petunjuk Google Maps.

"Pas masuk Tanah Abang nya dari atas yang turun lalu belok ke kanan, depannya percis di situ ada abang-abang langsung mengarahkan masuk parkir," kata dia kepada wartawan, Selasa (15/4).

Oleh keduanya, dia diarahkan untuk parkir di pinggir jalan alias trotoar. Namun betapa kagetnya Tata saat tahu kocek yang perlu dirogoh untuk membayar parkir di trotoar selama kurang lebih satu jam itu.

"Pas di awal dia bilang Rp60.000 itu saya kasih dulu uang 10 libur, karena kata dia Rp60.000 maka saya pinta kembali saya bilang ya udah nanti saja kalau gitu kita masuk dulu, tapi mereka bilang ya udah kak enggak apa-apa, 10 ribu dulu aja 50 pulang nya. Akhirnya saya tinggal dan saya kasih 50 ribu-nya itu setelah keluar dari pasar, ya saya di dalam pasar enggak sampai 2 jam 1 jam-an juga keluar karena hanya sekadar mau tahu yang abang dan ada survey aja," ujar dia.

Tata berharap Pemerintah Provinsi Jakarta tak menutup mata terhadap kejadian ini. Apalagi, katanya, pengunjung lain juga menjadi korban. Bahkan ada yang cuma drop sebentar pun tetap ditagih uang parkir.

"Karena ternyata banyak bukan saya aja ya bahkan banyak yang lebih besar dan ga masuk akal masa drop sebentar dll juga dipalakin, saya berharap kepda pemerintah setempat premanisme ini dihilangkan parkir atau apapun itu di Tanah Abang dan sekitarnya ditertibkan. Terutama Gubernur saya rasa jangan sampai tutup mata ya apalagi dishub polisi atau instasi yang berkepentingan," tandas dia.

Rekomendasi