Viral! Calon Penumpang Ditawari Tiket Bus Naik 100 Persen, Polisi Tangkap 4 Calo di Eks Terminal Terboyo
Kejadian ini memicu keprihatinan warganet terhadap praktik calo yang kerap merugikan masyarakat.
Sebuah video yang viral di media sosial (medsos) menampilkan pengalaman menegangkan seorang penumpang yang hampir menjadi korban calo saat akan melakukan perjalanan ke Rembang bersama dua anaknya. Kejadian ini memicu keprihatinan warganet terhadap praktik calo yang kerap merugikan masyarakat.
Kabar yang diunggah dalam akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang pada Jumat (27/3). Dia ditawari tiket seharga Rp95.000 per orang dan diminta membayar di muka. Penumpang tersebut menolak dan memilih membeli tiket langsung di bus resmi, sehingga terhindar dari kerugian.
Unggahan itu menggambarkan kondisi Terboyo sebagai 'ladang calo' dan mempertanyakan peran pemerintah dalam menertibkan praktik ilegal tersebut. Atas laporan masyarakat, Satuan Unit Lalu Lintas Polsek Genuk menangkap empat calo tiket bus yang beroperasi di kawasan Simpang Terboyo pada 20 Maret 2026.
"Benar sudah ada empat orang kita amankan dan diserahkan ke piket Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Genuk untuk penanganan lebih lanjut," kata Kanit Lantas Polsek Genuk, Iptu Bambang Triyono, Jumat (27/3).
Jauh dari Harga Resmi
Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku diketahui menjual tiket dengan harga yang jauh di atas tarif resmi atau tuslah yang telah ditetapkan.
"Besaran mark up pun bervariasi, tergantung korban yang menjadi sasaran," ungkapnya.
Meski Terboyo statusnya bukan lagi terminal penumpang utama, lokasi itu dinilai masih kerap digunakan sebagai 'terminal bayangan' oleh bus AKAP dan AKDP.
Calo
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh para calo untuk mengincar penumpang, terutama pemudik yang enggan menuju terminal resmi seperti Mangkang karena jarak yang lebih jauh.
"Jadi modus yang digunakan pun beragam, mulai dari menawarkan tiket dengan harga melonjak hingga 50–100 persen, hingga memberikan tiket tidak resmi atau tanpa stempel yang berpotensi tidak diakui oleh kru bus," jelasnya.
Menanggapi kejadian itu, pihak kepolisian berharap penindakan yang dilakukan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku.
Lebih Berhati-hati
Selain itu, masyarakat khususnya pemudik diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah tergiur tawaran tiket dari calo.
"Kami harapkan ada efek jera kepada para calo tiket agar tidak mengulangi perbuatannya. Para pemudik lebih berhati-hati serta mengecek kebenaran ongkos tiket sesuai tuslah ke agen resmi bus,” ujarnya.
Polisi juga menyarankan agar masyarakat menggunakan terminal resmi seperti Terminal Mangkang atau Terminal Penggaron, maupun memanfaatkan pembelian tiket secara online melalui aplikasi resmi perusahaan otobus.