Uskup Timika Ingatkan Umat Katolik Pentingnya Katekese Hidup Kekal
Uskup Timika Bernardus Bofitwos Baru menekankan pentingnya katekese hidup kekal bagi umat Katolik di Nabire, Papua Tengah, selaras dengan ajaran Paus Benediktus XVI.
Uskup Timika Bernardus Bofitwos Baru mengingatkan umat Katolik akan esensi katekese yang berorientasi pada kehidupan kekal. Pesan ini selaras dengan ajaran Paus Benediktus XVI yang menekankan keselamatan abadi.
Dalam kunjungannya ke Nabire, Papua Tengah, Minggu (22/3), Uskup Bernardus menegaskan bahwa pembinaan iman Katolik tidak boleh hanya terpaku pada aspek duniawi. Katekese harus menjadi penuntun menuju keselamatan abadi bagi setiap individu.
Pernyataan ini disampaikan Uskup saat memimpin Sakramen Krisma di Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire. Penekanan pada kehidupan kekal ini menjadi fondasi kuat bagi pemahaman iman Katolik yang utuh.
Mendalami Makna Katekese Menuju Kehidupan Abadi
Uskup Bernardus Bofitwos Baru menjelaskan bahwa katekese harus menuntun umat pada kehidupan kekal, bukan sekadar berhenti pada hal-hal duniawi. Iman Katolik perlu dihidupi secara menyeluruh melalui pemahaman ajaran gereja yang benar serta diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penting bagi umat Katolik untuk menjaga keseimbangan tiga dimensi kehidupan manusia, yakni fisik, sosial, dan spiritual. Ketiga dimensi ini saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Relasi mendalam dengan Tuhan dapat terbangun melalui keseimbangan ini.
Kehidupan rohani yang kuat, menurut Uskup, harus ditopang oleh kondisi fisik yang sehat serta hubungan sosial yang baik. Umat Katolik perlu menyadari bahwa iman tidak hanya dijalani untuk kehidupan duniawi, melainkan juga sebagai jalan menuju kehidupan kekal, sebagaimana ditekankan dalam ajaran gereja.
Penguatan Iman Melalui Sakramen Krisma di Nabire
Ketua Dewan Paroki KSK Nabire, Yohanes Renyaan, menjelaskan bahwa Uskup Timika melaksanakan serangkaian agenda pelayanan pastoral di Nabire. Agenda ini mencakup pemberian Sakramen Krisma di tiga paroki berbeda yaitu Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK), Paroki Santo Antonius Padua, dan Paroki Santo Yosep Nabire Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian integral dari upaya Keuskupan Timika dalam memperkuat katekese umat serta mempererat hubungan antara gembala dan umat. Pada Minggu (22/3) sebanyak 106 pemuda menerima Sakramen Krisma. Sakramen ini dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru.
Pastor Paroki KSK Nabire, Yohanes Adriyanto Dwi Mulyono, SJ, menambahkan bahwa para penerima sakramen tidak hanya berasal dari Paroki KSK. Mereka juga datang dari Paroki Kristus Raja (KR) dan Paroki St. Antonius Padua Bumi Wonorejo. Hal ini menunjukkan partisipasi luas dari berbagai komunitas Katolik di wilayah tersebut.
Harapan Uskup untuk Generasi Muda Katolik
Melalui Sakramen Krisma, Uskup Bernardus berharap umat, khususnya generasi muda, semakin dewasa dalam iman. Mereka diharapkan mampu menghidupi nilai-nilai Kristiani dalam keseharian. Nilai-nilai ini penting untuk menjadi teladan di tengah masyarakat.
Uskup menekankan agar orang muda menjadi terang dan garam dunia, membawa damai serta harapan. Ini adalah panggilan untuk menjadi saksi kasih di lingkungan sekitar.
Sumber: AntaraNews