Pengurus Pusat Pemuda Katolik baru-baru ini menegaskan kembali dedikasinya untuk membawa kasih dan harapan nyata, terutama bagi anak-anak. Komitmen ini disampaikan dalam rangka memperingati perjalanan 80 tahun pengabdian organisasi tersebut. Momen penting ini menjadi penanda kuat akan peran sosial Pemuda Katolik di tengah masyarakat.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menyatakan bahwa delapan dekade ini adalah penegasan komitmen. Organisasi akan terus menghadirkan kasih dan harapan baru, khususnya bagi anak-anak yang memerlukan dukungan dan perhatian. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta pada hari Minggu, 16 November.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Gusma bersama rombongan melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Pelayanan Kasih Bhakti Mandiri di Jakarta Timur. Mereka membawa berbagai perlengkapan kebutuhan anak serta menyajikan beragam hiburan. Kunjungan ini bertujuan untuk menyebarkan kebahagiaan dan meringankan beban panti.
Advertisement
Advertisement
Suasana hangat dan penuh keceriaan menyelimuti kunjungan Pemuda Katolik ke panti asuhan tersebut. Interaksi yang terjalin antara pengurus dan anak-anak menjadi bukti bahwa kepedulian tulus memiliki daya sentuh yang besar. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata kepedulian sosial.
Stefanus Gusma juga menyampaikan pesan yang menggugah semangat kepada anak-anak panti. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang tumbuh yang penuh kasih bagi setiap anak. Hal ini agar mereka dapat membangun masa depan yang cerah dengan potensi penuh.
Gusma berpesan kepada anak-anak untuk terus belajar dan bermimpi. "Anak-anakku, teruslah belajar, teruslah bermimpi. Kalian adalah cahaya masa depan yang akan membawa perubahan. Jangan pernah ragu pada diri kalian, sebab Tuhan telah menanamkan talenta yang indah dalam diri masing-masing dari kalian," ujarnya. Pesan ini diharapkan dapat memotivasi mereka meraih cita-cita.
Advertisement
Kunjungan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban panti asuhan dan memberikan kehangatan. Senyuman anak-anak menjadi pengingat bahwa kebaikan sekecil apa pun memiliki dampak mendalam. Pemuda Katolik ingin memastikan bahwa setiap anak merasa dihargai dan dicintai.
Advertisement
Pemuda Katolik menandai usia ke-80 bukan hanya melalui perayaan, tetapi lewat tindakan yang membawa makna. Organisasi ini berupaya menembus batas formalitas dan menjangkau hati mereka yang membutuhkan perhatian. Semangat pengabdian ini menjadi inti dari setiap kegiatan yang dilakukan.
Semangat "pro ecclesia et patria" terus menjadi landasan gerak organisasi dalam melayani gereja dan bangsa. Sementara itu, "spirit ad maiora natus sum" menjadi dorongan untuk senantiasa melangkah menuju hal-hal yang lebih besar. Hal ini mencakup upaya yang lebih mulia dan lebih berdampak bagi gereja, bangsa, dan sesama.
Berdasarkan laman resminya, Pemuda Katolik adalah Organisasi Kemasyarakatan Nasional. Organisasi ini berbasis pemuda Katolik dengan rentang usia rata-rata 17-45 tahun. Keberadaan Pemuda Katolik telah memberikan kontribusi signifikan sejak awal pendiriannya.
Advertisement
Organisasi ini dideklarasikan pada tanggal 15 November 1945. Kemudian diumumkan secara resmi dalam Kongres Partai Politik Katolik Indonesia di Surakarta pada 8 Desember 1945. Sejarah panjang ini menunjukkan konsistensi Pemuda Katolik dalam berorganisasi.
Advertisement
Embrio organisasi Pemuda Katolik dapat ditemukan sejak berdirinya Katholieke Jongelingen Bond (KJB). KJB didirikan di Batavia pada November 1914. Ini menunjukkan bahwa semangat kepemudaan Katolik sudah ada jauh sebelum deklarasi resmi organisasi.
Pendirian KJB diprakarsai oleh Katholieke Sociale Bond (KSB), khususnya Pastor J. van Rijckevorsel. KJB merupakan organisasi yang ditujukan untuk para remaja. Anggotanya adalah mereka yang telah menamatkan sekolah lanjutan pertamanya hingga usia 20 tahun.
Sejarah ini menegaskan bahwa Pemuda Katolik memiliki akar yang kuat dalam tradisi pelayanan. Sejak awal, organisasi ini telah berfokus pada pembinaan generasi muda. Mereka membimbing para pemuda untuk menjadi pribadi yang berintegritas dan peduli.
Advertisement
Perjalanan panjang dari KJB hingga Pemuda Katolik modern menunjukkan adaptasi dan relevansi organisasi. Mereka terus berupaya menjawab tantangan zaman. Komitmen untuk menghadirkan harapan bagi anak-anak adalah kelanjutan dari semangat pelayanan yang tak pernah padam.
Sumber: AntaraNews