Usai Terpilih Jadi Pj Ketum PBNU, K.H. Zulfa Mustofa Segera Gelar Rapat Gabungan Syuriyah Tanfidziyah
Rapat gabungan itu direncanakan bakal digelar pada Sabtu pekan ini.
K.H. Zulfa Mustofa mengatakan, akan melakukan beberapa langkah awal ke depan usai ditetapkan sebagai Pj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rapat Pleno PBNU, Selasa (9/12) di Jakarta.
Sebagaimana diketahui, ia terpilih menjadi Pj Ketum PBNU setelah Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya dinyatakan tak lagi menjabat sejak beberapa waktu lalu.
"Langkah awal secepatnya dalam rangka normalisasi organisasi pasti akan ada komunikasi-komunikasi ya intensif kepada seluruh pihak yang kemarin gitu ya," kata Zulfa di The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (9/12) malam.
"Kita tahu ada sedikit perbedaan baik itu Kiai-kiai kultural termasuk struktural. Itu langkah awal yang paling awal juga termasuk kami akan rapat secepatnya ya," sambungnya.
Ia menyebut, pihaknya juga segera melaksanakan rapat gabungan Syuriyah Tanfidziyah pada Sabtu (13/12) mendatang.
Dalam rapat itu, nantinya akan menjelaskan dan menetapkan program-program ke depan yang lebih konkret.
Ada Empat Program
Sementara itu, Rais Syuriah PBNU, M Nuh mengungkapkan, ada empat program PBNU ke depannya yang akan dijalankan oleh Zulfa Mustofa bersama anggota PBNU lainnya.
"Program yang pertama adalah konsolidasi internal organisasi. Itu satu keharusan, soliditas organisasi," ujar Nuh.
Kemudian yang kedua, percepatan kinerja, capaian kinerja. Baik kinerja yang terkait dengan kepengurusan di daerah-daerah, maupun juga yang sudah ditetapkan pada program kerja PBNU serta amanat dari Muktamar tahun lalu di Lampung.
"Yang ketiga, yang tidak kalah penting, yaitu menyiapkan Konbes (Konferensi Besar) dan Muktamar sebaik-baiknya. Karena sekali lagi ini jiwanya, rohnya ini kita memasuki 100 tahun kedua," sebutnya.
"Satu abad berikutnya lagi, sehingga dari situlah dibutuhkan satu soliditas organisasi yang kokoh, melihat masa depan melalui perkhidmatan yang luar biasa," tambahnya.
Lalu, ia mengaku, ada juga yang tidak kalah penting yakni memperingati 100 tahun NU versi Masehi yang akan jatuh pada 31 Januari 2026.
Kemudian, saat disinggung soal kapan akan dilaksanakan Muktamar. Ia belum bisa memastikan kapan waktunya.
"Masih belum. Kita akan bahas di hari Sabtu besok. Hari Sabtu besok kita akan bahas di rapat gabungan," pungkasnya.