PBNU Tetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU, Gantikan Yahya Staquf Hingga 2026
K.H. Zulfa Mustofa resmi ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU dalam Rapat Pleno Syuriyah, akan memimpin hingga Muktamar 2026. Siapa sosok pengganti Yahya Staquf ini?
Rapat Pleno Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah mengambil keputusan penting terkait kepemimpinan organisasi. K.H. Zulfa Mustofa resmi ditetapkan sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU, menggantikan posisi sebelumnya.
Penetapan ini berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 10 Desember. Ia akan mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Yahya Cholil Staquf.
Zulfa Mustofa akan mengemban amanah kepemimpinan ini hingga Muktamar PBNU berikutnya. Muktamar tersebut direncanakan akan diselenggarakan pada tahun 2026 mendatang.
Peran Penting Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU
Sebelum penetapannya sebagai Pj Ketum PBNU, K.H. Zulfa Mustofa dikenal sebagai Wakil Ketua Umum PBNU. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas barunya memimpin organisasi.
Muhammad Nuh, selaku Rais Syuriyah PBNU, menegaskan masa jabatan sementara ini. Ia menyatakan, "Penetapan pejabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa sekarang ini, yaitu yang mulia Bapak K.H. Zulfa Mustofa."
Lebih lanjut, Muhammad Nuh menambahkan, "Oleh karena itu, beliau akan memimpin PBNU ini sebagai penjabat Ketua Umum melaksanakan tugas-tugasnya sampai dengan Muktamar yang Insya Allah akan dilaksanakan di 2026." Penunjukan Pj Ketum PBNU ini memastikan keberlanjutan roda organisasi PBNU.
Penguatan Supremasi Syuriyah dalam Struktur PBNU
Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menjelaskan bahwa rapat pleno ini merupakan bagian dari proses penting. Tujuannya adalah untuk menguatkan kembali supremasi Syuriyah di struktur PBNU.
Menurut Miftachul Akhyar, Syuriyah adalah "owner" atau pemilik dari Nahdlatul Ulama. Pernyataan ini menegaskan posisi strategis Syuriyah dalam pengambilan keputusan organisasi.
Ia menyampaikan, "Alhamdulillah, malam ini sebagaimana kita maklumi adalah malam rapat Pleno sebagai proses-proses yang harus kita lewati untuk bagaimana kita sebagaimana awal kita sampaikan bahwa Syuriyah adalah merupakan owner dari Nahdlatul Ulama.” Proses ini menunjukkan komitmen PBNU untuk menjaga tata kelola organisasi yang sesuai dengan AD/ART.
Daftar Hadir Tokoh Penting dalam Rapat Pleno
Rapat pleno penetapan Pj Ketum PBNU ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari jajaran PBNU. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap keputusan yang diambil.
Beberapa di antaranya adalah Wakil Rais Aam Afifuddin Muhadjir dan Anwar Iskandar, serta Rais Syuriyah PBNU Cholil Nafis dan Nasaruddin Umar. Ketua PBNU Fahrur Razi juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, hadir pula Waketum PBNU Zulfa Mustofa sebelum penetapannya, serta Ketua PBNU sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dan Bendum PBNU Gudfan Arif juga terlihat dalam rapat penting ini.
Kehadiran jajaran petinggi PBNU lainnya melengkapi forum rapat pleno yang krusial ini. Ini mencerminkan konsolidasi internal yang kuat di tubuh organisasi Nahdlatul Ulama.
Sumber: AntaraNews