Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa Ajak Gus Yahya Bertemu: Beliau Pasti Berbesar Hati Bisa Mencari Solusi Bersama
Zulfa terpilih menjadi penjabat sementara ketua umum PBNU menggantikan Gus Yahya usai digelarnya Rapat Pleno PBNU di The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (9/12).
Penjabat sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa mengaku telah menawarkan pertemuan dengan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.
Diketahui, Zulfa terpilih menjadi penjabat sementara ketua umum PBNU menggantikan Gus Yahya usai digelarnya Rapat Pleno PBNU di The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (9/12) malam.
"Saya sudah menawarkan pertemuan, tapi beliau sedang mempertimbangkan dan kemudian tentunya ada hal-hal yang harus dibahas, apa saja tawaran-tawarannya yang tidak bisa disampaikan di sini," kata Zulfa.
Puji Gus Yahya
Dia meyakini, Gus Yahya bersedia menemuinya usai posisi ketua umum digantikannya yang terpilih dalam rapat pleno.
"Saya yakin insyaAllah beliau bersedia (bertemu). Beliau orang besar, beliau pasti berbesar hati. Saya yakin Gus Yahya orang besar, putra kiai besar, cucu kiai besar, beliau pasti berbesar hati untuk bisa bertemu mencari solusi bersama," ujar dia.
Selain itu, Zulfa menyakini jika masalah dicopotnya jabatan Gus Yahya dari kursi ketua umum tidak akan dibawa ke jalur hukum.
"Ya saya enggak yakin beliau akan melakukan (ke jalur hukum)," pungkasnya.
Zulfa Mustofa Terpilih Jadi Pj Ketum PBNU
Zulfa Mustofa resmi terpilih menjadi Pj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Penetapan ini setelah digelarnya Rapat Pleno PBNU di The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (9/12) malam.
"Penetapan pejabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa, sisa sekarang ini, yaitu yang mulia beliau Bapak K.H. Zulfa Mustofa," kata Rais Syuriah PBNU, M Nuh, selaku pimpinan rapat pleno.
Oleh karena itu, Zulfa disebutnya akan memimpin PBNU dan melaksanakan tugas-tugasnya sampai dengan Muktamar yang akan dilaksanakan di tahun 2026 mendatang.
"Mudah-mudahan tidak sampai akhir tahun, karena Rais Aam yang mulia juga pernah menggariskan bahwa Muktamar yang ada di Lampung tahun lalu itu sebenarnya sudah mundur satu tahun karena Covid," sebutnya.
"Oleh karena itu, Muktamar sekarang bukan dipercepat, tetapi dikembalikan pada siklus semula. Mudah-mudahan sebelum atau setelah Hari Raya Haji sudah bisa kita lakukan," sambungnya.
Kendati demikian, ada beberapa kegiatan besar yang akan diperingati yakni pada 31 Januari 2026 mendatang.
"Namun demikian, ada beberapa tugas kegiatan besar, yaitu memperingati satu abad Masehi yang akan jatuh pada 31 Januari 2026, itu satu abad Masehi. Dan juga ada Konbes Besar dan Munas serta puncaknya nanti yaitu di Muktamar," ucapnya.
Zulfa Mustofa Mengaku Berat Jabat Pj Ketum
Sementara itu, Zulfa Mustofa yang terpilih menjadi Pj Ketua Umum mengaku berat dalam mengemban amanah yang dipegangnya saat ini.
"Saya ingin menyampaikan pada kesempatan ini bahwa ini adalah satu kehormatan pada satu sisi, tapi ini juga pada sisi lain adalah amanah yang sangat berat bagi saya dan juga untuk kita semua," ujar Zulfa.
"Saya ingin sampaikan bahwa saya bertekad untuk menjalankan amanah yang berat ini, dari Al-Mukarrom Rais Aam dan forum rapat pleno ini dengan sebaik-baiknya," pungkasnya.