Anak Cucu Pendiri NU Hadiri Rapat Pleno PBNU Penetapan Pj Ketum
Rapat ini mengagendakan keputusan penting yaitu menunjuk Pj Ketua Umum PBNU menggantikan KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya.
Para pengurus NU dari jajaran mustasyar, syuriah, tanfidziah serta para keturunan pendiri NU menghadiri rapat Pleno PBNU yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (9/12) malam.
Rapat ini mengagendakan keputusan penting yaitu menunjuk Pj Ketua Umum PBNU menggantikan KH Yahya Cholil Tsaquf atau Gus Yahya.
Rapat pleno dibuka dengan rangkaian doa bersama atau istighosah untuk para korban bencana di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.
Tampak hadir dalam pertemuan ini Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir, Mohammad Nuh dan Cholil Nafis (rais syuriyah PBNU), KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), dan KH Hasib Wahab.
Terlihat pula KH Musthofa Aqil Siroj, KH Ubaidillah Ruhiat, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Nyai Machfudhoh Aly Ubaid dan Habib Luthfi bin Ahmad Alattas.
Di antara deretan pengurus teras PBNU tersebut, hadir juga para dzuriah atau keturunan pendiri NU, antara lain Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid, Putri KH Wahab Hasbullah, Mohammad Hasib Wahab Chasbullah Putra KH Wahab Hasbullah, KH Abdul Hakim Mahfudz Cucu Hadratussyech Hasyim Asari dan Saifullah Yusuf, Cicit KH Bisri Syansuri.
Selain itu, hadir Rais Syuriah PBNU KH. Nasaruddin Umar, M.A dan Sekjen Kemenag sekaligus Ketum ISNU H. Kamaruddin Amin.
Syuriyah Pemegang Otoritas Tertinggi NU
Dalam sambutannya saat membuka rapat pleno, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar mengatakan, syuriyah merupakan pemegang otoritas tertinggi NU. Maka, supremasi ini perlu dipertegas pada rapat pleno.
"Penguatan dan menjaga supremasi syuriyah merupakan sesuatu yang tidak bisa kita abaikan begitu saja walaupun masih ada keberatan-keberatan dari tanfidziyah," kata Miftachul.
Ia menyebut, rapat pleno menguraikan beberapa hal secara kronologis terkait kejadian-kejadian belakangan ini di lingkup PBNU.
"Oleh karena ini sebagai mukadimah, pada malam ini ada acara agenda rapat pleno dapat berjalan dengan baik dan lancar. Maka acara rapat pleno pada malam ini, hari Selasa malam Rabu jam 20.53 WIB kami nyatakan bisa dimulai," sebutnya.
Usai resmi membuka Rapat Pleno PBNU, Miftachul Akhyar langsung menyerahkan pimpinan sidang ke Rais Syuriyah PBNU M Nuh.
Rapat Pleno PBNU digelar untuk menindaklanjuti hasil rapat harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025. Surat edaran yang dibuat 25 November 2025 itu menyatakan Gus Yahya tak lagi menjabat Ketum PBNU sejak 26 November 2025 dan diminta melepas segala atributnya sebagai Ketua Umum.
Selain menyatakan Gus Yahya diberhentikan, keputusan tersebut juga menyatakan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar sebagai tampuk kepemimpinan sementara di PBNU.