Unik! SPPG Asei Besar Jayapura Layani 35 Sekolah Pesisir dengan Speedboat, Pastikan Gizi Anak Terpenuhi
SPPG Asei Besar di Jayapura hadirkan Program Makan Bergizi Gratis untuk 35 sekolah di wilayah pesisir dan pulau, memastikan anak-anak tidak lagi belajar dalam kondisi lapar.
Di tengah tantangan geografis wilayah pesisir dan pulau di Kabupaten Jayapura, sebuah inisiatif mulia hadir untuk memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang layak. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asei Besar, yang berlokasi di Distrik Sentani Timur, Provinsi Papua, aktif menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini merupakan kolaborasi erat dengan Yayasan TEKER Harapan Papua.
SPPG Asei Besar ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga menjadi pusat layanan gizi krusial bagi anak-anak sekolah. Mereka melayani total 35 sekolah, meliputi jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK, yang tersebar di sepanjang wilayah pesisir dan pulau Danau Sentani. Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi masalah gizi dan memastikan setiap anak dapat belajar dengan optimal.
Ketua Yayasan TEKER Harapan Papua, Hesty Imelda Kere, menegaskan pentingnya program ini bagi masa depan anak-anak Papua. "SPPG Asei Besar kami bentuk agar anak-anak di wilayah pesisir Danau Sentani juga mendapatkan layanan gizi seimbang seperti di pusat kota. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak sekolah yang belajar dalam kondisi lapar," ujar Hesty, menekankan komitmen mereka terhadap kesejahteraan gizi.
Inovasi Layanan Gizi di Pesisir Danau Sentani
Pembentukan SPPG Asei Besar merupakan langkah strategis untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses. Yayasan TEKER Harapan Papua melihat kebutuhan mendesak akan layanan gizi di wilayah pesisir Danau Sentani, yang seringkali terlewatkan dari perhatian. Program ini dirancang untuk memberikan makanan tambahan yang bergizi seimbang kepada ribuan siswa.
Menurut Hesty Imelda Kere, SPPG bukan hanya berfungsi sebagai dapur umum, melainkan sebuah gerakan sosial yang lebih luas. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga di wilayah pesisir, memberikan dampak jangka panjang bagi komunitas. Harapannya, anak-anak dapat tumbuh sehat dan cerdas.
SPPG Asei Besar diproyeksikan untuk melayani antara 3.969 hingga 4.000 anak. Jumlah ini tersebar di 35 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA. Skala layanan yang luas ini menunjukkan komitmen serius dalam pemerataan akses gizi.
Salah satu tantangan terbesar dalam program ini adalah distribusi makanan ke sekolah-sekolah yang berada di pulau dan pesisir. Untuk mengatasi hal ini, SPPG Asei Besar memanfaatkan transportasi air. "Karena kami melayani wilayah pesisir dan pulau di Danau Sentani, untuk pendistribusian kami menggunakan perahu speedboat untuk mengantar makanan ke sekolah-sekolah," jelas Hesty.
Dampak Ekonomi dan Sosial Program SPPG Asei Besar
Selain fokus utama pada pemenuhan gizi, program SPPG Asei Besar juga memberikan dampak positif pada perekonomian lokal. Penggunaan speedboat untuk distribusi makanan tidak hanya efisien, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar. Perahu-perahu yang digunakan adalah milik warga setempat yang disewakan.
Sistem sewa speedboat ini menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi penduduk lokal. Pemilik perahu mendapatkan penghasilan tambahan yang substansial setiap bulannya. "Pemilik speedboat dalam sebulan bisa mendapat jutaan rupiah dari sewa. Ini salah satu dampak ekonomi langsung yang besar bagi mereka," kata Hesty, menyoroti manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Program ini menunjukkan bahwa inisiatif sosial dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi. Dengan melibatkan warga lokal dalam operasional, SPPG Asei Besar tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi. Hal ini memperkuat ikatan komunitas dan memberikan nilai tambah pada program.
"Besar harapan kami MBG yang kami siapkan akan meningkatkan kesehatan generasi muda Papua agar tumbuh sehat, cerdas dan siap menghadapi masa depan," tutup Hesty. Pernyataan ini menegaskan visi jangka panjang program, yaitu menciptakan generasi Papua yang lebih baik melalui gizi yang cukup dan dukungan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews