Unhas dan Kedubes AS Perkuat Kolaborasi Riset Kesehatan Global di Indonesia Timur
Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Kedutaan Besar AS menjalin Kolaborasi Riset Kesehatan Unhas Kedubes AS yang strategis, berfokus pada kesiapsiagaan penyakit dan penguatan sistem kesehatan masyarakat di Indonesia Timur.
Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar, Sulawesi Selatan, secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia. Kolaborasi ini berpusat pada riset bidang kesehatan global dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Inisiatif ini bertujuan memperkuat sistem kesehatan di kawasan Indonesia timur.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, pada Minggu (29/3), mengungkapkan bahwa fokus utama kerja sama mencakup peningkatan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit. Selain itu, penguatan sistem kesehatan masyarakat yang adaptif terhadap dinamika global menjadi prioritas. Perguruan tinggi diharapkan berperan penting sebagai penghasil pengetahuan dan inovasi.
Pendekatan "planetary health" menjadi pilar utama dalam pengembangan kolaborasi ke depan, menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia dan lingkungan. Unhas berkomitmen mendorong integrasi kebijakan, riset, dan implementasi program. Hal ini diharapkan memperkuat kontribusi Indonesia timur dalam agenda kesehatan global.
Fokus Kolaborasi dan Planetary Health
Kolaborasi antara Unhas dan Kedubes AS di Indonesia memusatkan perhatian pada isu-isu krusial dalam kesehatan global. Ini termasuk peningkatan kesiapsiagaan menghadapi berbagai ancaman penyakit menular dan non-menular. Tujuannya adalah membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan responsif terhadap perubahan.
Prof. Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa Unhas menempatkan konsep "planetary health" sebagai fondasi utama. Pendekatan ini menggarisbawahi hubungan erat antara kesehatan manusia, kelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Sinergi lintas disiplin ilmu dan sektor menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini.
Unhas mengambil peran sebagai penghubung strategis untuk mengintegrasikan kebijakan riset dan program implementasi. Ini khususnya bertujuan memperkuat kontribusi signifikan dari kawasan Indonesia timur dalam agenda kesehatan global. Komitmen ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas.
Peran Unhas dan Pemerataan Riset
Rektor Unhas juga menyoroti pentingnya pemerataan pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia. Selama ini, aktivitas riset cenderung terpusat di Pulau Jawa, sehingga perlu ada upaya untuk mendistribusikan kesempatan ini. Penguatan Kolaborasi Riset Kesehatan Unhas Kedubes AS dinilai sebagai langkah strategis untuk tujuan tersebut.
Melalui kemitraan ini, Unhas berupaya memperluas perannya dalam ekosistem akademik global. Ini termasuk menjadi pusat rujukan bagi universitas lain di kawasan timur Indonesia. Unhas berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kontribusinya secara optimal dalam berbagai program strategis.
Peter M. Haymond, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedubes AS di Indonesia, melihat kolaborasi ini memiliki arah yang jelas dengan sejumlah program prioritas. Program-program ini dapat segera diimplementasikan untuk mencapai hasil konkret. Dukungan diarahkan pada penguatan kolaborasi yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.
Dukungan Kedubes AS dan Program Prioritas
Kedubes AS sangat mendukung inisiatif ini, melihat Unhas memiliki kapasitas besar sebagai penggerak. Unhas diharapkan dapat melibatkan universitas lain di wilayahnya untuk memperluas dampak positif kolaborasi. Ini merupakan peluang besar bagi Unhas untuk memimpin pengembangan riset akademik.
Salah satu pilar utama kolaborasi ini adalah keberlanjutan kerja sama dengan U.S. Centers for Disease Control and Prevention (US CDC). Kerjasama ini terutama melalui program Field Epidemiology Training Program (FETP) yang telah terbukti efektif. Program FETP telah berhasil mencetak banyak epidemiolog kompeten.
Para epidemiolog yang dihasilkan program FETP ini sangat penting dalam memperkuat kapasitas respons kesehatan masyarakat di Indonesia. Mereka berperan vital dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Penguatan kapasitas ini merupakan bagian integral dari upaya bersama Kolaborasi Riset Kesehatan Unhas Kedubes AS.
Penguatan Kapasitas dan Jejaring Internasional
Selain FETP, penguatan kolaborasi juga mencakup pengembangan skema hibah yang inovatif. Skema ini dirancang untuk mendorong kemitraan yang lebih erat antara institusi di Amerika Serikat dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Unhas berperan sebagai institusi penggerak utama dalam inisiatif ini.
Peran Unhas sebagai penggerak utama sangat krusial dalam memperluas jejaring kolaborasi akademik. Ini tidak hanya terbatas pada riset kesehatan, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan dan teknologi. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem riset yang lebih dinamis dan inklusif.
Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk mengatasi tantangan kesehatan global. Dengan pendekatan holistik dan dukungan berkelanjutan, diharapkan tercipta inovasi signifikan. Ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, khususnya di Indonesia timur.
Sumber: AntaraNews