Sudirman Said: Universitas Harus Jadi Pemberi Solusi Masalah Kesehatan
Universitas bukan penerbit ijazah saja, tapi pemberi solusi dan laboratorium peradaban tempat perumusan kebijakan berbasis sains dibudayakan.
Universitas Harkat Negeri (UHN) bersama Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) dan PT Tamaris Hidro menggandeng Harvard Medical School (HMS) untuk membangun pusat riset dan inovasi layanan kesehatan primer di Indonesia melalui pembentukan Primary Healthcare Impact Lab (PHIL).
Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat riset, pendidikan, hingga pengembangan kebijakan kesehatan berbasis komunitas di tengah tantangan layanan kesehatan primer yang masih dihadapi berbagai daerah di Indonesia.
Peluncuran PHIL dilakukan di Gedung Swasana Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Selatan. Rektor UHN Sudirman Said mengatakan penguatan layanan kesehatan primer tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, termasuk perguruan tinggi.
"Universitas bukan penerbit ijazah saja, tapi pemberi solusi dan laboratorium peradaban tempat perumusan kebijakan berbasis sains dibudayakan," tutur Sudirman dikutip Jumat (8/5).
Melalui PHIL, UHN akan mengembangkan riset kesehatan primer dengan melibatkan berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti klinik, puskesmas, puskesmas pembantu, hingga pos pelayanan terpadu sebagai lokasi penelitian lapangan.
Program awal akan difokuskan di wilayah Brebes, Tegal, dan sekitar kampus UHN sebelum diperluas ke wilayah operasional PT Tamaris Hidro di berbagai daerah.
Selain pengembangan riset, Harvard Medical School juga disebut mendukung UHN dalam penyusunan kurikulum fakultas kedokteran. Sebelumnya, HMS telah membangun pusat riset serupa di Thailand dan Vietnam.
Sudirman mengatakan riset yang dikembangkan melalui PHIL diharapkan tidak berhenti pada publikasi akademik semata, tetapi dapat menghasilkan solusi nyata bagi penguatan layanan kesehatan primer.
"Kami ingin risetnya tak berhenti sebagai tumpukan publikasi akademis, tapi harus bisa diaplikasikan sebagai solusi nyata untuk memperkuat yankes primer," ungkap Sudirman.
Dean Harvard Medical School Prof. David Golan yang hadir langsung dari Boston menilai investasi pada layanan kesehatan primer memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
"Secara global, investasi pada yankes primer terbukti memberikan dampak besar terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif."
Menurut Golan, PHIL berpotensi menjadi pusat unggulan regional dalam pengembangan riset, layanan, dan reformasi kebijakan kesehatan primer berbasis komunitas.
Sementara itu, Pendiri dan CEO CISDI Diah Satyani Saminarsih mengatakan PHIL dirancang sebagai platform inovasi dan kebijakan nonklinis yang terintegrasi dengan dunia pendidikan.
"Lab tersebut bertujuan untuk menjembatani antara pengumpulan bukti dan implementasi praktis, antara penyelidikan akademis dengan realitas masyarakat dan partisipasi bisnis," kata Diah.
Penguatan Sistem Kesehatan
Presiden Direktur PT Tamaris Hidro Mohammad Syahrial menilai penguatan sistem kesehatan di daerah menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama di wilayah operasional perusahaan yang jauh dari pusat kota.
"Investasi terbaik yang bisa dilakukan oleh sektor swasta bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tapi lebih-lebih adalah infrastruktur manusia, termasuk sistem kesehatan yang menjangkau mereka-mereka yang paling membutuhkan," ujar Syahrial.
Dorong Peneliti Muda
Di akhir sambutannya, Sudirman juga mendorong mahasiswa dan peneliti muda untuk menjadikan riset kesehatan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kesehatan nasional.
"Setiap pertanyaan riset yang kalian ajukan, setiap data yang kalian kumpulkan dari komunitas, dan setiap rekomendasi yang kalian susun, adalah bata-bata yang membangun sistem kesehatan Indonesia secara lebih adil dan setara. Jangan pernah meremehkan kekuatan ilmu yang berpihak pada rakyat."