Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto secara resmi meresmikan penggunaan penuh gedung Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) pada Jumat. Peresmian ini menandai langkah penting dalam penguatan ekosistem pendidikan tinggi, riset, serta layanan kesehatan nasional yang terintegrasi.
Dalam pernyataan tertulis dari Jakarta, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan peran strategis RS Unhas sebagai rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Unhas. Rumah sakit ini kini berstatus Tipe B dengan kapasitas mencapai 414 tempat tidur, siap melayani masyarakat secara luas.
Pembangunan gedung RS Unhas didukung penuh oleh KfW Development Bank dengan pendanaan sekitar USD 32 juta atau setara Rp500 miliar. Dana tersebut mencakup pembangunan fisik, penguatan sumber daya manusia, serta peningkatan sistem layanan kesehatan.
Advertisement
Advertisement
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) memiliki peran krusial sebagai wahana pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. RS Unhas diharapkan menjadi model integrasi layanan kesehatan dengan pendidikan tinggi dan riset yang memberikan dampak positif.
Brian menyatakan bahwa rumah sakit universitas seperti RS Unhas harus menjadi ruang inovasi dan pengabdian. Di sinilah pendidikan, riset, dan layanan kesehatan bertemu untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, menciptakan sinergi yang kuat.
Sebagai rumah sakit rujukan dan pembina, RS Unhas tidak hanya melayani masyarakat Sulawesi Selatan. Jangkauan layanannya meliputi wilayah Sulawesi Barat hingga Papua, menunjukkan kapasitas dan kapabilitasnya yang luas.
Advertisement
Advertisement
Direktur Utama RS Unhas, Andi Muhammad Ichsan, mengungkapkan data layanan yang impresif sepanjang tahun 2025. RS Unhas mencatat 178.000 kunjungan rawat jalan, 9.995 pasien rawat inap, dan 10.400 kunjungan IGD.
Selain itu, rumah sakit ini juga telah melakukan 5.700 tindakan operasi, menunjukkan volume pelayanan yang tinggi dan kepercayaan masyarakat. Angka-angka ini menegaskan peran vital RS Unhas dalam pelayanan kesehatan regional.
Di bidang pendidikan, RS Unhas setiap tahunnya mendidik sekitar 8.200 calon dokter dan dokter spesialis hingga subspesialis, termasuk mahasiswa internasional. Institusi ini didukung oleh 214 dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang berpraktik sebagai tenaga medis, termasuk profesor dan konsultan.
Advertisement
Advertisement
Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen universitas untuk terus mengembangkan layanan kesehatan terpadu yang profesional dan berkelanjutan. Pengembangan RS Unhas diarahkan untuk menjangkau masyarakat secara luas dengan pengelolaan akuntabel.
Pengelolaan yang sehat dan dukungan penuh terhadap pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama. Universitas Hasanuddin menargetkan pengembangan RS Unhas sebagai bagian dari layanan strategis universitas.
Sinergi dengan penguatan sumber daya manusia dan teknologi juga menjadi prioritas dalam pengembangan RS Unhas. Hal ini memastikan bahwa rumah sakit dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews