Tragis! Sepasang Lansia Tewas Terjebak Kebakaran Lhokseumawe, Diduga Akibat Bakar Sampah
Sepasang lansia ditemukan meninggal dunia setelah terjebak dalam insiden kebakaran Lhokseumawe yang menghanguskan rumah mereka, diduga dipicu percikan api dari pembakaran sampah.
Sepasang suami-istri lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia secara tragis setelah terjebak dalam kobaran api yang melalap rumah mereka. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Blang Malo Gg Pandan, Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Jumat (19/9) lalu. Api yang cepat membesar menyebabkan keduanya tidak dapat menyelamatkan diri.
Korban diidentifikasi sebagai Salamuddin, seorang wiraswasta berusia 80 tahun, dan istrinya, Rafia, seorang ibu rumah tangga berusia 70 tahun. Keduanya merupakan penghuni rumah yang hangus terbakar dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Insiden ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.
Kebakaran dahsyat ini diduga kuat berasal dari percikan api pembakaran sampah yang dilakukan oleh Salamuddin sebelum beristirahat. Percikan api tersebut, yang kemungkinan tertiup angin, kemudian menjalar dengan cepat. Akibatnya, dua unit rumah berkonstruksi kayu ludes dilalap si jago merah.
Kronologi dan Dampak Kebakaran Lhokseumawe
Menurut keterangan dari Babinsa TNI Koramil 16/Banda Sakti, Sertu Maulana Ishak, kobaran api menghanguskan dua unit rumah berkonstruksi kayu. Salah satu rumah yang terbakar adalah milik pasangan lansia yang meninggal dunia, dan satu unit lainnya adalah milik seorang ibu rumah tangga bernama Zohra (55). Kerugian material akibat kebakaran Lhokseumawe ini diperkirakan cukup besar.
Selain menelan korban jiwa, insiden kebakaran Lhokseumawe ini juga menyebabkan luka-luka pada salah satu anggota keluarga. Feri (38), putra dari almarhum Salamuddin dan Rafia, mengalami luka bakar di kedua tangannya saat berusaha menyelamatkan diri atau membantu. Ia kini sedang menjalani perawatan intensif di RS Kesrem TK-3 TNI AD Lhokseumawe untuk pemulihan.
Proses pemadaman api berlangsung cukup lama dan membutuhkan upaya ekstra dari berbagai pihak. Api baru dapat dipadamkan sekitar dua jam setelah kejadian, dengan bantuan 10 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Lhokseumawe dan Aceh Utara. Personel Babinsa TNI Koramil 16/Banda Sakti, kepolisian, serta warga setempat turut bahu-membahu dalam upaya pemadaman ini.
Dugaan Penyebab dan Kesaksian Warga
Dugaan awal mengenai penyebab kebakaran di Lhokseumawe ini mengarah pada aktivitas pembakaran sampah yang kurang hati-hati. Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Fikri Fadhilah, mengungkapkan kesaksiannya terkait awal mula api. Ia sempat melihat korban Salamuddin membakar sampah di sekitar rumahnya sebelum masuk untuk beristirahat.
“Awalnya Salamuddin bakar sampah, kemudian masuk ke rumah untuk istirahat,” kata Fikri, menjelaskan kronologi kejadian yang ia saksikan. Fikri melanjutkan, “Diduga percikan api bakaran sampah ditiup angin menjalar hingga menyebabkan kebakaran rumah itu.” Kesaksian ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana api bisa bermula.
Kesaksian Fikri Fadhilah ini memperkuat dugaan bahwa kelalaian dalam mengelola api pembakaran sampah menjadi pemicu utama insiden tragis ini. Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti dari kebakaran maut di Lhokseumawe tersebut. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pembakaran.
Sumber: AntaraNews