Tragis, Ibu dan Bayinya Usia 2 Tahun Tewas Dalam Kamar saat Kobaran Api Hanguskan Kontrakan Mereka
Sempat terdengar suara ledakan beberapa kali. Tidak lama kemudian kobaran api terlihat dari rumah tersebut.
Rumah kontrakan di Gang Alhidayah, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi terbakar, Selasa (22/4). Akibat peristiwa itu, seorang anak kecil berinisial AA (2) dan NS (22), ibunya tewas mengenaskan.
Peristiwa tragis itu terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu warga sekitar mendengar suara ledakan beberapa kali. Tidak lama kemudian kobaran api terlihat dari rumah tersebut.
"Menurut keterangan tetangga, terdengar ledakan kecil secara terus-terusan dan timbul api, (api) sempat besar, tapi tidak merembet ke rumah sebelah," kata Komandan Peleton B pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Haryanto.
Warga yang melihat peristiwa itu berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Tidak lama kemudian dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan api berhasil dipadamkan sekira pukul 07.40 WIB.
"Kami mendapatkan laporan adanya kebakaran pada pukul 06.52 WIB dan tiba di lokasi kebakaran pukul 07.03 WIB," ucapnya.
Sementara Kanit Reskrim Polsek AKP Sitorus mengatakan, ibu dan anak yang meninggal pada peristiwa kebakaran itu ditemukan dengan posisi saling bersebelahan di kamar belakang. Diduga kedua korban itu masih tidur saat kebakaran terjadi.
"Posisi anak sama ibunya ditemukan berdampingan di kamar belakang, diduga masih tidur, istirahat di kamar belakang," ucapnya.
Selain dua korban tewas, juga ditemukan satu korban luka-luka yakni mertua NS berinisial H (58). Pria paruh baya itu mengalami luka bakar sekitar 20 persen di bagian punggung dan lengan saat berada di kamar depan.
"Sekarang (korban luka dirawat) di Rumah Sakit Mitra Keluarga," ucap Sitorus.
Sitorus mengatakan, kobaran api hanya melahap satu rumah dan tidak merambat ke bangunan lain di sebelahnya. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti penyebab kebakaran.
"Dari Polsek Jatiasih dan identifikasi dari Polres melakukan olah TKP, masih dalam proses penyelidikan," ungkapnya.
Priandri (28), suami NS sekaligus ayah dari AA syok dan tak menyangka istri serta putri kesayangannya itu meninggal dalam peristiwa kebakaran. Padahal sekira pukul 07.00 WIB, dia sempat ditelepon istrinya.
"Ditelepon sama istri pas jam 7 pagi, saya enggak sempat angkat (telepon dari istri), tapi pas saya telepon balik sudah enggak aktif," katanya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online ini tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Namun sebelum berangkat kerja, Priandri sempat melihat orang tuanya sedang memasak air.
"(Sumber api) saya kurang tahu ya, tapi pas saya mau pergi (kerja) itu bapak lagi masak air, iya itu kemungkinan (lupa matikan kompor) bisa jadi," kata Priandri.