Fakta Unik Oven Lupa Dimatikan: Kerugian Kebakaran Rumah Dekat Masjid Nurul Iman Pasar Minggu Capai Rp20 Juta
Insiden kebakaran rumah di dekat Masjid Nurul Iman, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menelan kerugian hingga Rp20 juta. Apa pemicu utama api yang cepat merembet dalam kasus kebakaran rumah Pasar Minggu ini?
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan mencatat kerugian material akibat kebakaran rumah di Pasar Minggu mencapai Rp20 juta. Insiden ini terjadi pada Kamis, 25 September, di Jalan Siaga Raya Komplek LAN Pejaten Barat, dekat Masjid Nurul Iman. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam oleh tim pemadam kebakaran.
Peristiwa nahas ini bermula dari kelalaian seorang ibu berinisial A yang lupa mematikan oven usai memasak ikan. Oven yang menggunakan kombinasi gas dan arang menjadi pemicu utama api yang kemudian merembet dengan cepat. Meskipun demikian, seluruh penghuni rumah berjumlah delapan jiwa berhasil menyelamatkan diri dari bahaya.
Laporan kebakaran diterima oleh Gulkarmat pada pukul 13.37 WIB, dan operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 14.22 WIB. Respons cepat dari tim pemadam kebakaran Jakarta Selatan, yang mengerahkan tiga unit dan 12 personel, menjadi kunci keberhasilan penanganan. Upaya awal pemadaman oleh ART juga patut diapresiasi.
Kronologi dan Penyebab Kebakaran Rumah Pasar Minggu
Kebakaran rumah di kawasan Pasar Minggu ini bermula dari aktivitas memasak yang kurang hati-hati. Menurut keterangan Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Syamsul Huda, api pertama kali muncul dari sebuah oven. Kejadian ini terjadi di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Siaga Raya Komplek LAN Pejaten Barat.
Ibu A, pemilik rumah, menggunakan oven tersebut untuk memanggang ikan. Setelah proses memasak selesai dan ikan dikeluarkan, oven yang masih menyala tidak segera dimatikan. Oven ini diketahui menggunakan kombinasi bahan bakar gas dan arang, yang berpotensi tinggi menimbulkan api jika dibiarkan.
Kondisi sekitar oven yang banyak terdapat material mudah terbakar, seperti kayu dan plafon atap, mempercepat penyebaran api. Dalam waktu singkat, api mulai merembet dan melahap bagian atap rumah. Luas area yang terbakar akibat insiden ini diperkirakan mencapai 20 meter persegi, menunjukkan dampak yang cukup signifikan.
Respons Cepat dan Estimasi Kerugian Kebakaran
Menyadari adanya api, seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial W di rumah tersebut segera bertindak. Ia berinisiatif untuk memadamkan api menggunakan air dalam ember seadanya dan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia. Tindakan cepat ini menjadi upaya awal yang krusial sebelum bantuan tiba.
Sementara itu, majikan ART tersebut langsung menghubungi Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan untuk melaporkan kejadian. Tim pemadam kebakaran segera merespons dengan menerjunkan tiga unit mobil pemadam dan 12 personel ke lokasi. Kecepatan respons ini sangat vital dalam mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar rumah.
Berkat upaya gabungan dan penanganan yang sigap, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam. Meskipun demikian, insiden kebakaran rumah ini tetap menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan menaksir kerugian akibat kebakaran di Jalan Siaga Raya ini mencapai angka Rp20 juta, meskipun delapan penghuni rumah berhasil selamat tanpa luka.
Sumber: AntaraNews