Akses Sulit, Nenek 67 Tahun Tewas Terjebak dalam Kebakaran Rumah Semarang
Seorang nenek berusia 67 tahun meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran rumah di permukiman padat Jomblang Perbalan, Semarang, yang sulit dijangkau tim pemadam kebakaran. Apa penyebabnya?
Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang melanda dua unit rumah di permukiman padat penduduk. Insiden tragis ini terjadi di kawasan Jomblang Perbalan, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (13/9) sore. Korban tewas diketahui bernama Siti Kotimah, seorang nenek berusia 67 tahun yang merupakan penghuni salah satu rumah yang terbakar.
Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui sekitar pukul 16.40 WIB, mengejutkan warga sekitar. Api dengan cepat melalap bangunan, menyebabkan kepanikan di tengah padatnya permukiman. Warga setempat segera berupaya memadamkan api secara manual untuk mencegah penyebaran ke rumah-rumah lain.
Ketua RW 2 Kelurahan Candi, Siswanto, mengungkapkan bahwa warga tidak mengetahui keberadaan korban di dalam rumah saat api mulai berkobar. Petugas pemadam kebakaran menghadapi kesulitan signifikan dalam menjangkau lokasi kejadian. Akses jalan yang sempit menjadi penghalang utama bagi mobil pemadam kebakaran.
Kronologi Kebakaran dan Penemuan Korban
Api pertama kali terlihat membakar rumah di Jomblang Perbalan pada Sabtu sore, sekitar pukul 16.40 WIB. Warga sekitar segera merespons dengan bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Mereka mengambil air dari sungai terdekat untuk mengendalikan kobaran api.
Menurut Siswanto, warga "mendapati rumah korban ini sudah dalam kondisi terbakar. Sebelumnya tidak tahu kalau ada orang di dalam rumah." Upaya pemadaman manual ini krusial untuk mencegah api menjalar lebih luas ke permukiman padat tersebut. Dua rumah dilaporkan terdampak parah akibat insiden ini.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas yang melakukan penyisiran menemukan jasad korban, Siti Kotimah, di dalam kamar mandi. Penemuan ini menambah duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Korban diketahui sedang sendirian di rumah saat kejadian.
Kendala Penanganan dan Respons Warga Setempat
Tim pemadam kebakaran yang menerima laporan mengenai insiden kebakaran rumah di Semarang ini menghadapi tantangan besar. Akses masuk ke lokasi kejadian di Jomblang Perbalan sangat sempit, sehingga menyulitkan mobil pemadam kebakaran untuk mendekat. Kondisi ini memperlambat proses pemadaman api secara profesional.
Meskipun demikian, semangat gotong royong warga patut diacungi jempol. Mereka tidak menunggu kedatangan pemadam kebakaran dan langsung bertindak. Dengan ember dan air seadanya, warga berhasil mengendalikan api agar tidak menyebar ke rumah-rumah tetangga yang berdekatan.
Respons cepat dari warga ini sangat membantu meminimalisir dampak kebakaran. Meskipun pada akhirnya satu korban jiwa ditemukan, upaya mereka berhasil menyelamatkan banyak properti lain dari amukan si jago merah. Peristiwa ini menyoroti pentingnya akses yang memadai untuk penanganan darurat di permukiman padat.
Penyebab Kebakaran dan Kondisi Korban
Hingga saat ini, penyebab pasti dari kebakaran yang menewaskan Siti Kotimah belum dapat dipastikan. Siswanto menyatakan bahwa dirinya belum memperoleh informasi resmi mengenai pemicu api. Pihak berwenang kemungkinan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden tragis ini.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa korban, Siti Kotimah, sedang berada di rumah sendirian. "Informasinya korban di rumah sendiri karena anaknya sedang pulang ke kampung," kata Siswanto. Kondisi ini membuat korban tidak dapat menyelamatkan diri saat api mulai membesar dan mengepung rumahnya.
Jenazah Siti Kotimah langsung dievakuasi oleh petugas setelah ditemukan. Proses pemakaman pun segera dilakukan setelah evakuasi. Peristiwa kebakaran rumah di Semarang ini menjadi pengingat akan bahaya kebakaran di permukiman padat dan pentingnya kewaspadaan.
Sumber: AntaraNews