Meninggalnya Juwono Sudarsono: SBY dan JK Beri Penghormatan Terakhir di Kemhan

Mantan Presiden SBY dan Wapres JK melayat ke Kemhan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Menhan Juwono Sudarsono yang wafat pada Sabtu (28/3). Simak detail kepergian salah satu putra terbaik bangsa ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Meninggalnya Juwono Sudarsono: SBY dan JK Beri Penghormatan Terakhir di Kemhan
Mantan Presiden SBY dan Wapres JK melayat ke Kemhan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Menhan Juwono Sudarsono yang wafat pada Sabtu (28/3). Simak detail kepergian salah satu putra terbaik bangsa ini. (AntaraNews)

Dunia politik dan pertahanan Indonesia berduka atas meninggalnya Prof. Dr. Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan yang dikenal berintegritas dan berwawasan luas. Beliau menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (28/3) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Kepergian sosok yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid dan Susilo Bambang Yudhoyono ini meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.

Jenazah Juwono Sudarsono disemayamkan di Ruang Hening, Gedung Kemhan, Jakarta, pada Minggu (29/3), sebelum dimakamkan. Sejumlah tokoh nasional, termasuk Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Ke-10 serta Ke-12 Jusuf Kalla (JK), turut hadir untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan kontribusi almarhum selama hidupnya.

Prosesi persemayaman dan pelepasan jenazah berlangsung khidmat, dihadiri oleh keluarga mendiang, pejabat Kemhan, serta anggota Kabinet Merah Putih. Kehilangan Juwono Sudarsono dirasakan sebagai kehilangan besar bagi bangsa, mengingat dedikasi dan pemikirannya yang selalu relevan dalam memajukan sektor pertahanan dan pendidikan di Indonesia.

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba di Kemhan sekitar pukul 10.10 WIB, datang seorang diri untuk melayat. Sebelumnya, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla telah lebih dulu hadir sekitar pukul 09.30 WIB, menunjukkan rasa hormatnya kepada almarhum. Kehadiran kedua tokoh tersebut menjadi sorotan, mengingat kedekatan dan rekam jejak Juwono Sudarsono dalam pemerintahan mereka.

SBY menyampaikan rasa kehilangannya atas wafatnya Juwono Sudarsono. “Kita kehilangan salah satu putra terbaik bangsa, almarhum Prof. Dr. Juwono Sudarsono. Saya mengenal almarhum secara pribadi,” ujar SBY saat diwawancarai selepas bertakziah. Pernyataan ini menggarisbawahi pengakuan SBY terhadap kapasitas dan integritas almarhum sebagai seorang negarawan.

Selain SBY dan JK, beberapa anggota Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga turut bertakziah. Di antaranya adalah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu'ti dan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamenimipas) Silmy Karim. Kehadiran mereka menunjukkan penghormatan lintas generasi dan lintas kabinet terhadap jasa-jasa Juwono Sudarsono.

Dalam kesempatan tersebut, SBY mengenang sosok Juwono Sudarsono sebagai Menteri Pertahanan yang memiliki peran penting dalam memodernisasi kekuatan pertahanan Indonesia. Ia menyoroti visi almarhum yang jauh ke depan, terutama dalam membangun fondasi pertahanan yang kuat. Juwono Sudarsono dinilai sebagai sosok cemerlang yang berlatar belakang sipil namun mampu memberikan kontribusi signifikan di bidang militer.

SBY juga mengungkapkan bahwa ide pendirian Universitas Pertahanan merupakan salah satu gagasan yang pernah didiskusikan bersama Juwono Sudarsono. “Salah satu yang kami pikirkan dulu dengan Pak Juwono dan kemudian dengan Pak Purnomo Yusgiantoro sebagai Menteri Pertahanan, bagaimana Indonesia memiliki Universitas Pertahanan,” kata SBY. Gagasan ini kemudian terwujud, menunjukkan dampak pemikiran Juwono yang berkelanjutan.

Juwono Sudarsono menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada dua periode pemerintahan yang berbeda, yaitu di masa Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid dan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Latar belakangnya sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia memberikan perspektif unik dan strategis dalam mengelola sektor pertahanan negara.

Setelah seluruh prosesi persemayaman selesai di Gedung Kemhan, jenazah Juwono Sudarsono dilepas dalam sebuah upacara militer. Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan memimpin langsung upacara pelepasan jenazah tersebut. Suasana haru menyelimuti lokasi, menandai perpisahan dengan seorang tokoh yang telah banyak berjasa bagi negara.

Jenazah kemudian diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Pemakaman di TMP Kalibata merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara atas dedikasi dan pengabdian almarhum. Sejumlah pejabat Kemhan dan anggota keluarga mendiang turut hadir dalam upacara pemakaman, mengiringi kepergian Juwono Sudarsono ke tempat abadi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi