Ternyata, Ada Cucu Menteri PPPA jadi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo
Saat ini, diperkirakan lebih dari 50 orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Tim SAR yang terdiri dari berbagai elemen masih berupaya keras untuk menemukan korban yang terjebak di reruntuhan bangunan Pondok Pesantren atau Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, yang roboh pada hari Senin lalu. Saat ini, diperkirakan lebih dari 50 orang masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan yang runtuh tersebut.
Salah satu korban yang hingga kini belum ditemukan adalah Alvin Mutawakil Allalah, seorang remaja berusia 17 tahun yang berasal dari Burneh, Bangkalan. Menariknya, Alvin merupakan cucu keponakan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi.
Arifah, yang merupakan sapaan akrab Arifatul Choiri Fauzi, meluangkan waktu untuk mengunjungi posko SAR gabungan di lokasi ponpes pada malam hari, Kamis (2/10). Dia ingin memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan tetap berharap akan adanya keajaiban dalam pencarian tersebut.
Dia mengungkapkan harapannya, "Iya, jatuhnya cucu keponakan. Tadi ketemu bapaknya dan masih berharap bisa tertolong, tunggu mukjizat," kata Arifah. Harapan ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan keluarga dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini.
Menteri PPA Peristiwa Ini yang Terakhir
Arifah mengungkapkan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam terhadap tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Dia meluangkan waktu untuk berbincang langsung dengan beberapa keluarga korban yang terdampak.
“Kami turut prihatin atas peristiwa yang terjadi dan menguatkan keluarga-keluarga yang masih penuh harapan kondisi baik-baik saja,” ujar Arifah.
Meskipun dikelilingi oleh kesedihan, Arifah memberikan apresiasi kepada orang tua yang tetap tegar dan berharap akan adanya mukjizat untuk anak-anak mereka. Dia berharap agar kejadian serupa tidak akan terulang lagi di Pondok Pesantren Al Khoziny ataupun di tempat lain.
“Mudah-mudahan ini menjadi catatan penting untuk kita semua. Pesantren harus memastikan hak-hak anak-anak tercukupi,” tambahnya.
Arifah juga menekankan pentingnya memberikan trauma healing kepada santri agar mereka dapat kembali bersemangat dalam belajar. Selain itu, dia meminta agar fasilitas di pesantren harus ramah anak demi kenyamanan dan keselamatan mereka.
Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo ambruk pada hari Senin, 29 September 2025, sekitar pukul 14.40 WIB. Hingga saat ini, terdapat 59 orang yang masih tertimbun di bawah reruntuhan. Selain itu, dilaporkan ada lima korban yang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.