Keluarga Korban Desak Polisi Usut Tuntas Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk

Mereka mendesak agar penegakan hukum segera dilakukan tanpa menunggu seluruh korban terverifikasi.

Erwin Yohanes
Oleh Erwin Yohanes - Reporter
Keluarga Korban Desak Polisi Usut Tuntas Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk
Keluarga Korban Desak Polisi Usut Tuntas Tragedi Musala Ponpes Al Khoziny Ambruk (Merdeka.com)

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo. Di tengah proses identifikasi jenazah yang masih berlangsung, mereka mendesak agar penegakan hukum segera dilakukan tanpa menunggu seluruh korban terverifikasi.

Fauzi, warga Madura yang tinggal di Depok, Jawa Barat, menyampaikan kesedihan mendalam atas tragedi yang menimpa keluarganya. Putranya, Toharul Maulidi (16), berhasil selamat dari insiden tersebut. Namun empat keponakannya, Albi, Ubaidillah, Haikal Ridwan, dan Muzaki Yusuf meninggal dunia.

Dia mempertanyakan prosedur keselamatan sebelum kejadian, terutama aktivitas pengecoran di lantai atas saat para santri sedang melaksanakan salat di bawah.

“Saat itu ada pengecoran di atas, sementara di bawah ada yang salat. SOP-nya dari mana? Kalau ada kelalaian, harus diproses secara hukum, siapapun pelakunya,” kata Fauzi di RS Bhayangkara Surabaya, Selasa (7/10) malam.

Meski belum mengambil langkah hukum secara langsung, Fauzi berharap aparat segera memeriksa pihak-pihak terkait. Ia menekankan pentingnya penyelidikan yang berbasis fakta, bukan spekulasi. “Kami tidak ingin bicara tanpa data. Semua harus berdasarkan fakta lapangan,” ujarnya.

Hingga Selasa siang, RS Bhayangkara Surabaya telah menerima 62 kantong jenazah dari lokasi kejadian. Dari jumlah tersebut, 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Rekomendasi