Tak Bentuk TGUPP, Pramono Bakal Dibantu Tujuh Staf Khusus Pimpin Jakarta
Pramono mengatakan juga sering berkomunikasi dengan semua mantan Gubernur Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta terpilih Pramono Anung mengatakan, tak akan membentuk Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Meski begitu, dia bakal dibantu tujuh orang staf khusus (stafsus).
Pramono bilang, adanya tujuh stafsus ini merujuk Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2024 yang mengatur tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ), tepatnya pada pasal UU tersebut. Selain stafsus, Pramono Anung-Rano Karno (Si Doel) juga akan staf ahli.
“Saya akan menaati aturan perundang-undangan bahwa mempunyai 7 staf khusus ya saya akan punya 7 staf khusus tapi tentunya ada staf ahli dan saya tidak akan menggunakan atau tidak memakai apa yang disebut dengan TGUPP,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (4/1).
Fungsi Stafsus
Pramono menjelaskan, tujuh stafsus itu nantinya bukan lah berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Mereka adalah orang-orang yang biasa membantunya sehari-hari.
“Orangnya tentunya bukan ASN, dan adalah ada yang sehari-hari ngurus saya, ngurus Bang Rano tetapi beberapa profesional, dari tujuh orang yang ada. Saya lebih percaya memakai profesional,” ungkap Pramono.
Komunikasi dengan Mantan Gubernur Jakarta
Lebih lanjut, Pramono mengatakan juga sering berkomunikasi dengan semua mantan gubernur mulai dari Sutiyoso, Joko Widodo atau Jokowi, hingga Anies Baswedan.
Menurut dia, komunikasi dengan semua pihak dimaksudkan untuk menghilangkan sekat dan batasan tertentu. Meski begitu, dia belum mau membeberkan siapa mantan gubernur yang akan dijadikan penasihat gubernur.
“Saya lebih berkeinginan beliau-beliau ini pasti akan kami minta bantuan, minta tolong, minta saran, minta pendapat, bagi saya hal yang biasa,” tutupnya.