Tahukah Anda? UMJ dan Pemkab Taliabu Kolaborasi Susun Grand Design Kependudukan Berbasis Data
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Pemkab Pulau Taliabu berkolaborasi menyusun Grand Design Kependudukan berbasis data, memastikan kebijakan daerah lebih terukur dan berkelanjutan.
Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dan Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, telah meresmikan kolaborasi strategis. Kerja sama ini bertujuan untuk menyusun Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) serta Peta Jalan Pembangunan Kependudukan yang sepenuhnya berbasis data akurat. Inisiatif ini diumumkan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Senin, 13 Oktober, menegaskan komitmen kedua belah pihak terhadap pembangunan berkelanjutan.
Rektor UMJ, Ma’mun Murod, menyatakan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen kebijakan semata. Lebih dari itu, pihaknya bertekad memastikan implementasi nyata di lapangan, dengan pendekatan berbasis komunitas sebagai kunci utama. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif untuk membangun keluarga yang tangguh dan berdaya di Pulau Taliabu.
Tujuan utama dari kerja sama ini adalah untuk memastikan bahwa setiap kebijakan daerah yang dibuat dapat berjalan secara konkret, didukung oleh data ilmiah, dan memiliki keberlanjutan jangka panjang. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi contoh ideal sinergi antara institusi akademik dan pemerintah daerah.
Peran Akademik dan Pendekatan Komunitas dalam Grand Design Kependudukan
Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMJ memegang peranan krusial dalam penyusunan GDPK melalui kajian akademik mendalam dan pendampingan teknis yang berkelanjutan. Proses ini mencakup analisis komprehensif terhadap tren data kependudukan serta kondisi sosial ekonomi di daerah Pulau Taliabu. Hasil kajian ilmiah ini akan menjadi fondasi utama dalam merumuskan strategi pembangunan kependudukan yang berkeadilan dan partisipatif.
Ma’mun Murod menegaskan bahwa kerja sama ini melampaui batas akademik semata, merangkul dimensi pendampingan kemanusiaan yang menanamkan nilai-nilai kearifan lokal. Beliau menyatakan, "Kami tidak hanya menyusun dokumen kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi nyata di lapangan. Pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci menumbuhkan kesadaran kolektif dalam membangun keluarga tangguh." Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan keluarga harus berakar pada nilai-nilai masyarakat setempat.
Lebih lanjut, Rektor UMJ menjelaskan bahwa kebijakan keluarga yang efektif harus berangkat dari nilai-nilai yang dianut masyarakat setempat. "Kebijakan keluarga harus berangkat dari nilai masyarakat setempat agar memperkuat ketahanan sosial dan kesejahteraan," ujarnya. Pendekatan ini memastikan bahwa kolaborasi yang terjalin akan menghasilkan kebijakan daerah yang memiliki dampak sosial nyata dan terukur, sesuai dengan kebutuhan dan budaya lokal.
Integrasi Kebijakan dan Pembangunan Berkelanjutan di Pulau Taliabu
Bupati Pulau Taliabu, Sashabilla Widya Mus, menekankan pentingnya dukungan akademik untuk mewujudkan kebijakan daerah yang konkret dan efektif. Menurutnya, desain kependudukan yang berbasis data, ilmiah, dan berkelanjutan adalah kunci keberhasilan pembangunan. "Melalui pendampingan dari FKM UMJ, kami memperoleh gambaran GDPK yang terarah, terencana, terukur, dan berkelanjutan, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 153 Tahun 2014," kata Bupati Sashabilla.
Hasil dari grand design dan peta jalan kependudukan yang telah disusun nantinya akan diintegrasikan secara penuh dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pulau Taliabu. Integrasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan konsistensi dan efektivitas pembangunan. Bupati Sashabilla menambahkan, "Tugas utama kami adalah memastikan hasil kajian ini terintegrasi efektif dalam RPJMD agar pembangunan berjalan lebih terukur, partisipatif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat."
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama lintas sektor dan menjamin bahwa setiap kebijakan kependudukan selaras dengan arah pembangunan nasional yang lebih luas. Dengan pendekatan berbasis komunitas, pembangunan keluarga di Taliabu diharapkan dapat memperkuat solidaritas, ketahanan sosial, serta kesadaran kolektif. Langkah ini tidak hanya menghasilkan dokumen strategis, tetapi juga membuka ruang implementasi nyata kebijakan kependudukan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada nilai-nilai lokal, mewujudkan tata kelola pembangunan yang berkeadilan dan berbasis bukti ilmiah.
Sumber: AntaraNews