Duka Rossa atas Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Ya Allah, Hanya Kepada-Mu Kami Berpulang
Rossa mengungkapkan rasa duka yang mendalam terkait kecelakaan kereta di Bekasi.
Kecelakaan yang terjadi antara KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur pada hari Senin, 27 April 2026, menarik perhatian masyarakat, termasuk kalangan selebritas.
Rossa, salah satu penyanyi terkenal, mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas insiden tersebut yang mengakibatkan 14 orang kehilangan nyawa.
Namun, ada informasi lain yang menyebutkan bahwa jumlah korban jiwa telah meningkat menjadi 15 orang. Melalui akun Instagram terverifikasi pada Selasa, 28 April 2026, Rossa membagikan ungkapan duka citanya dengan menyertakan gambar langit monokrom yang diwarnai awan serta tulisan, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.'
Belasan orang telah meninggal dunia akibat kecelakaan yang tragis ini. Rossa membayangkan betapa terkejut dan hancurnya hati keluarga korban saat menerima berita duka tersebut. Selain itu, banyak korban luka akibat tabrakan KRL dan KA Argo Bromo yang segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
"Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Begitu banyak korban, begitu banyak keluarga yang ditinggalkan, anak-anak yang kehilangan orang tua, orang tua yang kehilangan anaknya," tulis Rossa di media sosialnya. Ungkapan rasa duka dan doa yang tulus disampaikannya, sekaligus mengingatkan bahwa kepada Allah-lah semua makhluk di dunia ini kembali.
Rossa juga mendoakan agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam melewati masa berkabung setelah kehilangan orang-orang tercinta.
"Ya Allah, hanya kepada-Mu kami berpulang, berikanlah kekuatan untuk semua yang kehilangan dan ditinggalkan. Hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan. Al-Fatihah dan doa untuk jiwa-jiwa yang berpulang dalam keadaan jihad," tutup Rossa dengan penuh harapan dan doa.
Insiden tragis
Menurut laporan jurnalis Ady Anugrahadi pada Selasa (28/4/2026), pihak kepolisian telah mengungkapkan penyebab awal terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Insiden tragis ini diawali dengan masalah yang dialami oleh taksi listrik Green SM yang mengalami mogok di perlintasan rel.
"Kecelakaan ini akibat dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik," ungkap Sandhi Wiedyanoe, yang merupakan Subdirektorat Penegakan Hukum Korlantas Polri, saat memberikan keterangan kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur pada hari yang sama.
Peristiwa ini tentunya menimbulkan keprihatinan yang mendalam, mengingat keselamatan di perlintasan kereta api sangat penting. Gangguan pada kendaraan, seperti yang dialami taksi listrik tersebut, dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan perhatian terhadap kondisi kendaraan yang beroperasi di area perlintasan rel demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Dampak yang tragis dan penanganan terhadap korban sangat penting untuk diperhatikan
Laporan terbaru menginformasikan bahwa sopir taksi Green SM yang diduga menjadi penyebab kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur dilaporkan dalam keadaan selamat. Pihak kepolisian segera mengamankan sopir tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut keterangan Kasi Pengumpulan dan Penghimpunan Data Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe,
"Benar sekali (sudah diamankan)," saat dihubungi oleh awak media pada Selasa (28/4/2026). Hal ini menunjukkan bahwa aparat kepolisian bertindak cepat untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Penyelidikan dan Penekanan pada Keamanan Kereta Api
Saat ini, sopir taksi sedang berada di Polres Metro Bekasi Kota. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami rangkaian kecelakaan yang telah terjadi.
"Diamankan Polres Metro Bekasi Kota," ungkapnya. Sebelumnya, Komisaris Utama PT KAI Said Aqil Siradj mengungkapkan bahwa kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter di Bekasi yang terjadi pada 27 April 2026 disebabkan oleh kelalaian pengemudi taksi di perlintasan sebidang.