Tak Hanya Dihapus, Rossa Minta Pelaku Fitnah Sampaikan Permintaan Maaf

Pengacara Rossa memperlihatkan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa konten tersebut telah dimanipulasi dengan sengaja untuk menyebarkan fitnah.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Tak Hanya Dihapus, Rossa Minta Pelaku Fitnah Sampaikan Permintaan Maaf
Diva Tanah Air, Rossa menghibur penonton pada Konser "Smartfren Wow" di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (20/9/2019). Menuju penghujung lagu, tiba-tiba air berjatuhan seolah Rossa tengah hujan- (© 2026 Liputan6.com)

Fenomena akun-akun media sosial yang 'menjahit' konten hoaks demi meraih klik dan engagement yang tinggi kini mendapatkan respons tegas dari Rossa.

Manajemen dan kuasa hukum Rossa merasa perlu untuk mengambil tindakan karena konten manipulatif tersebut telah melampaui batas yang wajar. Ikhsan Tuleka, sebagai kuasa hukum Rossa, menunjukkan bukti-bukti bahwa konten tersebut telah diolah dengan cara yang tidak benar, termasuk menyisipkan fitnah. Ia menjelaskan bagaimana foto dan video milik Rossa disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk meningkatkan popularitas akun mereka.

Ikhsan Tuleka menegaskan, "Ini ya, ini contoh, jadi teman-teman media ini contoh ya konten-konten itu. Mereka mengambil gambar, foto, video dari T.O.C, lagu atau musik, dijahit dengan fitnah untuk menaikkan engagement. Mereka pansos dalam satu sisi, menguntungkan mereka secara finansial tapi menjatuhkan seseorang atau orang lain, dan dalam hal ini adalah T.O.C," saat memberikan penjelasan di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Senin (13/4/2026).

Ia berharap agar pihak yang memposting konten tersebut segera menghapusnya, dengan menambahkan, "Ya. Mudah-mudahan yang posting nggak ada yang di sini ya. Amin. Segera take down ya, apalagi kalau di sini minta maafnya itu lebih afdol."

Tindakan hukum yang diambil bukan hanya didasari oleh emosi, tetapi juga sebagai upaya untuk mendidik masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ikhsan menekankan bahwa membangun citra sebagai seorang diva adalah proses yang sulit, sehingga tidak seharusnya dirusak oleh berita bohong. 

"Jadi sekali lagi kami pertegas bahwa ini menunjukkan bahwa kita bertumbuh secara media sosial penggunanya, tapi tidak berbanding lurus dengan kecerdasan atau kecermatan masyarakat kita dalam menggunakan media sosial," tuturnya.

Hingga saat ini, pihak Rossa telah menemukan setidaknya puluhan akun yang aktif dalam menyebarkan konten yang bersifat manipulatif. Meskipun sejumlah akun tersebut telah menghapus postingan mereka, manajemen Rossa tetap menuntut permohonan maaf sebagai bentuk tanggung jawab moral.

"Meminta maaf, karena walaupun sudah men-take down, kami sudah men-screenshot semuanya, bukti-buktinya sudah ada di tangan kami. Jadi kami ingin mengajarkan kepada publik bahwa jangan seenaknya buat sesuatu berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, setelah itu langsung di-take down seperti itu. Tapi itu sudah menghancurkan harkat, martabat, reputasi seorang diva seperti itu," urai Natalia Rusli, tim kuasa hukum Rossa.

Dalam proses penyelidikan, pihak Rossa menemukan bahwa banyak akun yang terlibat dalam penyebaran informasi yang tidak benar. Meskipun beberapa akun telah menghapus konten yang bersangkutan, manajemen Rossa tetap merasa perlu untuk meminta pertanggungjawaban melalui permohonan maaf. Hal ini diungkapkan oleh Natalia Rusli, yang menekankan pentingnya akuntabilitas dalam penyebaran berita.

"Meminta maaf, karena walaupun sudah men-take down, kami sudah men-screenshot semuanya, bukti-buktinya sudah ada di tangan kami. Jadi kami ingin mengajarkan kepada publik bahwa jangan seenaknya buat sesuatu berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, setelah itu langsung di-take down seperti itu. Tapi itu sudah menghancurkan harkat, martabat, reputasi seorang diva seperti itu," jelasnya.

Natalia mengungkapkan bahwa jika somasi yang diberikan tidak direspon, pihak Rossa akan mengambil langkah untuk melaporkan individu-individu yang terlibat kepada pihak kepolisian. Rencana pelaporan ini akan difokuskan ke markas besar kepolisian agar penanganan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

“Jadi semua apabila tidak bisa bekerja sama dengan baik dan menerima masukan dan somasi dari kami, maka kami akan proses hukum selanjutnya,” ucap Natalia Rusli. Dengan pernyataan ini, Natalia menegaskan pentingnya kerjasama yang baik antara pihak-pihak terkait untuk menghindari langkah hukum yang lebih lanjut.

Rekomendasi