Tahukah Anda? Komunikasi Efektif Kunci Utama, Kapolda Sulbar Minta Jajaran Tingkatkan Komunikasi Warga
Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta instruksikan jajaran tingkatkan komunikasi warga untuk strategi pengamanan. Apa saja langkah komprehensifnya?
Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Sulbar) tengah memperkuat strategi pengamanan dalam menghadapi potensi aksi demonstrasi. Instruksi ini datang langsung dari Kapolda Sulbar, Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta, yang menekankan pentingnya komunikasi sebagai kunci utama.
Dalam arahannya, Kapolda Adi Deriyan meminta seluruh jajaran kepolisian di Sulbar untuk tidak hanya mengedepankan kekuatan pengamanan. Namun, ia juga mendorong penguatan komunikasi yang intensif dan tulus dengan masyarakat setempat.
Langkah ini diambil sebagai respons atas maraknya aksi unjuk rasa mahasiswa dan upaya untuk mencegah tindakan anarkis. Sinergitas antara aparat dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan situasi yang kondusif serta aman di wilayah Sulawesi Barat.
Pentingnya Komunikasi dalam Pengamanan Aksi Unjuk Rasa
Kapolda Adi Deriyan secara tegas menyatakan perlunya langkah komprehensif untuk mencegah potensi tindakan anarkis. Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik dengan masyarakat, terutama di sekitar markas kepolisian dan kantor DPRD, sangat krusial.
Upaya membangun komunikasi ini dianggap sebagai langkah efektif untuk meredam potensi eskalasi massa. Dengan adanya dialog dan interaksi yang positif, diharapkan kesalahpahaman dapat dihindari dan ketegangan dapat diminimalisir.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan pentingnya penggalangan masyarakat agar ikut serta menjaga ketertiban di lingkungannya masing-masing. Sinergitas antara aparat keamanan dan warga menjadi fondasi utama terciptanya situasi yang aman dan damai di Sulbar.
Strategi Preventif dan Sinergitas Aparat-Masyarakat
Dalam rangka meningkatkan strategi pengamanan, seluruh personel Polri di Sulbar diinstruksikan untuk mengintensifkan kegiatan preventif. Ini mencakup pelaksanaan patroli rutin yang lebih sering dan dialog aktif dengan berbagai elemen masyarakat.
Personel dari Satuan Samapta dan Binmas secara khusus diminta untuk memperkuat komunikasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan berbagai organisasi sosial. Tujuannya adalah membangun sinergi yang kuat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.
Kapolda Adi Deriyan juga menekankan bahwa perencanaan yang matang dalam setiap pengamanan aksi unjuk rasa adalah hal yang tidak bisa ditawar. Komunikasi intensif antar-pihak harus berjalan seiring dengan niat tulus untuk menjaga keamanan wilayah.
Prioritas Keselamatan dan Tanggung Jawab Personel
Selain aspek komunikasi dan preventif, Kapolda Sulbar juga memberikan perhatian khusus pada keselamatan personel. Ia mengingatkan seluruh anggota untuk selalu mengutamakan keselamatan diri dalam setiap penugasan yang diemban.
Menurutnya, keselamatan adalah prioritas utama dan tidak boleh ada personel yang menjadi korban akibat kelalaian atau kurangnya persiapan. Setiap tugas harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme yang tinggi.
Kapolda Adi Deriyan juga mengajak seluruh personel untuk berdoa bersama demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di Sulbar. Ia berharap agar Sulawesi Barat senantiasa aman, damai, dan kondusif, serta Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan tugas pengabdian.
Sumber: AntaraNews