Polda Sulbar Gelar Apel Siaga Ramadhan 1447 H, Jamin Keamanan Ibadah Masyarakat

Polda Sulbar menggelar Apel Siaga Ramadhan 1447 H untuk memastikan keamanan dan kenyamanan ibadah masyarakat di Sulawesi Barat. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat menjaga stabilitas Kamtibmas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polda Sulbar Gelar Apel Siaga Ramadhan 1447 H, Jamin Keamanan Ibadah Masyarakat
Polda Sulbar menggelar Apel Siaga Ramadhan 1447 H untuk memastikan keamanan dan kenyamanan ibadah masyarakat di Sulawesi Barat. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat menjaga stabilitas Kamtibmas. (AntaraNews)

Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) secara resmi menggelar apel siaga Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen menjaga keamanan dan kenyamanan ibadah umat Muslim selama bulan suci Ramadhan 2026.

Apel siaga tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sulbar Inspektur Jenderal Polisi Adi Deriyan Jayamarta di lapangan Tribrata Mapolda Sulbar, Mamuju, pada hari Jumat. Apel ini melibatkan kekuatan lintas sektoral dari berbagai instansi dan organisasi masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa apel ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret untuk menjamin rasa aman bagi seluruh masyarakat di Sulawesi Barat. Sinergi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban.

Apel siaga yang dilaksanakan Polda Sulbar ini menunjukkan kolaborasi kuat antarlembaga. Unsur yang terlibat meliputi TNI-Polri, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Selain itu, partisipasi aktif juga datang dari Senkom, KBPPP, Kokam, Pemuda Pancasila, hingga Banser, memperkuat barisan pengamanan. Kehadiran seluruh elemen ini menjadi simbol kuat sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Provinsi Sulbar.

Kapolda Adi Deriyan Jayamarta menjelaskan, Ramadhan membawa perubahan signifikan pada ritme sosial masyarakat, dari dini hari hingga malam hari. Perubahan aktivitas ini berpotensi menimbulkan dinamika kerawanan tersendiri yang memerlukan kewaspadaan ekstra.

Beliau menekankan bahwa saat masyarakat beristirahat dan beribadah dengan khusyuk, aparat keamanan tetap berjaga. Ini adalah misi mulia untuk menjadi benteng keamanan dan penyejuk hati bagi masyarakat selama bulan Ramadhan.

Dalam apel siaga ini, Kapolda Sulbar menyampaikan sejumlah poin strategis yang wajib dilaksanakan seluruh personel dan pihak terkait. Salah satunya adalah penguatan fungsi intelijen dan optimalisasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System).

Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini, sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pengamanan simpul-simpul ekonomi dan logistik rakyat juga menjadi prioritas utama.

Terutama menjelang waktu berbuka puasa dan sahur, pengawasan akan diperketat di area-area krusial tersebut. Patroli akan diperkuat pada jam-jam kritis, dengan fokus pada titik-titik rawan atau blind spot yang berpotensi menjadi lokasi kejahatan.

Personel diminta untuk mengantisipasi kemacetan maupun potensi gangguan di pasar tumpah dan sentra takjil saat waktu ngabuburit. Pengamanan area parkir masjid juga menjadi perhatian khusus selama pelaksanaan salat tarawih guna mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor.

Pada waktu sahur, patroli gabungan skala besar akan digelar secara intensif. Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kegiatan Sahur on The Road (SOTR) yang bersifat anarkis dan dapat mengganggu ketertiban umum.

Kapolda juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. Mengingat masyarakat sedang menahan lapar dan haus, personel diminta mengedepankan sikap ramah melalui senyum, sapaan, dan salam.

Untuk pelanggaran lalu lintas ringan, pendekatan edukatif akan lebih diutamakan daripada tindakan represif. Hal ini diharapkan membuat masyarakat merasakan kehadiran aparat sebagai sahabat rakyat yang mengayomi.

Sinergisitas lintas sektoral tanpa batas menjadi hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman. Kapolda menegaskan bahwa keamanan tidak bisa diwujudkan oleh satu instansi semata, melainkan melalui kolaborasi erat seluruh elemen masyarakat.

Kolaborasi ini melibatkan tokoh agama, pemuda, hingga organisasi kemasyarakatan yang memiliki peran vital. Dengan semangat kebersamaan tersebut, apel siaga ini diharapkan menjadi fondasi kokoh terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.

Situasi kondusif ini sangat krusial selama bulan suci Ramadhan di Sulawesi Barat. Aparat keamanan berkomitmen penuh untuk memastikan setiap warga dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi