Tahukah Anda? Komisi IX DPR RI Komitmen Perjuangkan Pembangunan RS Regional Aceh yang Mangkrak Sejak 2017
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menegaskan komitmennya untuk mengawal Pembangunan RS Regional Aceh yang telah lama terbengkalai, demi pemerataan layanan kesehatan di Tanah Rencong.
Komisi IX DPR RI melalui Wakil Ketua Putih Sari menyatakan komitmen kuat untuk memperjuangkan pembangunan serta bantuan alat kesehatan bagi lima Rumah Sakit (RS) Regional rujukan di Aceh. Pernyataan ini disampaikan usai rapat kerja bersama unsur pemerintah Aceh, kabupaten/kota, dan instansi terkait di Kantor Gubernur Aceh pada Senin (06/10). Kunjungan kerja reses ini bertujuan untuk meninjau langsung progres dan kendala yang dihadapi dalam proyek pembangunan vital tersebut.
Program pembangunan lima RS Regional oleh Pemerintah Aceh ini telah dimulai sejak tahun 2017, namun hingga kini belum rampung sepenuhnya. Banyak kendala yang dihadapi, baik dari sisi sarana-prasarana maupun kelengkapan alat kesehatan yang dibutuhkan. RS Regional ini tersebar di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Tengah, Bireuen, dan Kota Langsa, dengan masing-masing dirancang untuk melayani masyarakat dari tiga hingga empat kabupaten/kota di sekitarnya.
Putih Sari menegaskan bahwa Komisi IX DPR RI akan mengawal usulan pembangunan RS Regional ini untuk didiskusikan lebih lanjut dengan Kementerian Kesehatan. Selain itu, persoalan ini juga akan dititipkan melalui Badan Anggaran (Banggar) DPR RI agar dapat dibahas bersama Kementerian Keuangan. Hal ini menunjukkan keseriusan DPR RI dalam memastikan proyek strategis ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat.
Komitmen DPR RI untuk Pemerataan Kesehatan
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menekankan bahwa pembangunan RS Regional Aceh adalah bagian integral dari upaya pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah. Dengan adanya fasilitas rujukan di tingkat regional, masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke ibu kota provinsi untuk mengakses layanan kesehatan berkualitas. Ini akan sangat membantu mengurangi beban masyarakat, terutama yang tinggal di daerah terpencil.
Sistem rujukan yang ada saat ini seringkali menjadi kendala utama bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan. Jangkauan atau jarak tempuh yang jauh dari kabupaten/kota ke ibu kota provinsi menjadi hambatan serius. Oleh karena itu, konsep pembangunan RS Regional rujukan di lima kabupaten ini menjadi sangat utama dan strategis untuk diwujudkan.
Putih Sari menambahkan, Komisi IX DPR RI akan memperjuangkan semua kebutuhan terkait pembangunan RS Regional Aceh. Ini mencakup sarana-prasarana dasar hingga alat kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing daerah. "Jadi, apapun kebutuhannya kita coba diskusikan, mana yang memang bisa didahulukan untuk bisa dibantu oleh pemerintah pusat. Peluangnya Insya Allah ada," kata Putih Sari, memberikan harapan akan dukungan penuh.
Tantangan dan Urgensi RS Regional Aceh
Pembangunan RS Regional di Aceh menghadapi tantangan besar karena belum rampung sejak dimulai pada tahun 2017. Kondisi ini menyebabkan masyarakat di daerah belum dapat merasakan manfaat penuh dari fasilitas kesehatan yang seharusnya sudah tersedia. Urgensi penyelesaian proyek ini semakin meningkat mengingat kebutuhan akan akses kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh pelosok Aceh.
Lima lokasi RS Regional rujukan, yaitu di Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Tengah, Bireuen, dan Kota Langsa, dipilih secara strategis. Masing-masing rumah sakit ini diharapkan dapat menjadi pusat rujukan bagi beberapa kabupaten/kota sekitarnya. Dengan demikian, beban RS rujukan di Banda Aceh dapat berkurang, dan layanan kesehatan dapat lebih cepat diakses oleh masyarakat.
Penyelesaian pembangunan dan pengadaan alat kesehatan yang memadai adalah kunci keberhasilan program ini. Tanpa fasilitas yang lengkap dan modern, RS Regional tidak akan dapat berfungsi optimal sebagai pusat rujukan. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan sangat krusial untuk mempercepat proses ini.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Aceh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan pentingnya dukungan Komisi IX DPR RI terhadap pembangunan RS Regional Aceh. Ia secara khusus menyoroti tiga daerah yang pembangunannya sudah hampir selesai, yaitu di Aceh Selatan, Aceh Tengah, dan Aceh Barat. Fadhlullah berharap dukungan ini dapat mempercepat penyelesaian dan operasionalisasi rumah sakit-rumah sakit tersebut.
Fadhlullah juga menyampaikan bahwa kehadiran RS Regional sangat vital bagi masyarakat di daerah terpencil. "Kehadiran RS regional sangat penting agar masyarakat di daerah terpencil tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke Banda Aceh untuk berobat," ujarnya. Ini menunjukkan betapa besar harapan Pemerintah Aceh terhadap proyek ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dukungan Komisi IX DPR RI bersama mitra kerjanya sangat dibutuhkan untuk memperkuat fasilitas dan kelengkapan alat kesehatan di RS Regional. Sinergi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci untuk mengatasi berbagai hambatan yang ada. Dengan kolaborasi yang baik, pemerataan layanan kesehatan di Aceh dapat segera terwujud.
Sumber: AntaraNews