Pemprov Kepri Sekolahkan Dokter Spesialis Mulai 2026, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah

Pemprov Kepri mengambil langkah strategis dengan menyekolahkan 58 dokter spesialis dan subspesialis mulai 2026, guna memperkuat SDM dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kepri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov Kepri Sekolahkan Dokter Spesialis Mulai 2026, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
Pemprov Kepri mengambil langkah strategis dengan menyekolahkan 58 dokter spesialis dan subspesialis mulai 2026, guna memperkuat SDM dan pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kepri. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akan menyekolahkan 58 dokter spesialis dan subspesialis di berbagai perguruan tinggi dalam negeri mulai tahun anggaran 2026. Langkah ini merupakan upaya strategis yang diambil untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan di wilayah tersebut.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan program ini bertujuan memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks, khususnya pemenuhan tenaga dokter spesialis dan subspesialis di rumah sakit. Hal ini berlaku di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, demi pemerataan akses kesehatan bagi seluruh warganya.

Pemprov Kepri memberikan dukungan pembiayaan sebesar Rp200 juta per orang per tahun untuk program pendidikan ini. Inisiatif strategis ini juga mendapat respons positif dari Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan di daerah.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa program penyekolahan dokter spesialis ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Pelaksanaan program ini dijalankan untuk mengimbangi peningkatan infrastruktur di bidang kesehatan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Ansar berharap melalui program ini, dokter-dokter terbaik akan lahir dari Kepri dan kembali mengabdi untuk masyarakat setempat. Ketersediaan tenaga medis spesialis diharapkan dapat mengatasi disparitas layanan kesehatan antarwilayah, termasuk bagi warga di pulau-pulau terluar.

Urgensi pelaksanaan program ini sangat ditekankan untuk memastikan bahwa kebutuhan layanan kesehatan yang kian kompleks dapat terpenuhi. Dengan demikian, kualitas layanan kesehatan di seluruh rumah sakit di Kepri dapat ditingkatkan secara signifikan dan merata.

Selain fokus pada penguatan SDM, Pemprov Kepri juga menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan infrastruktur kesehatan. Pada tahun ini, akan dimulai pembangunan Gedung Poli di Rumah Sakit Raja Ahmad Tabib (RAT) di Kota Tanjungpinang dengan alokasi anggaran senilai Rp110 miliar.

Tidak hanya itu, anggaran sebesar Rp40 miliar juga telah disiapkan untuk rehabilitasi rumah sakit milik Pemprov Kepri yang tersebar di semua kabupaten/kota. Langkah ini menunjukkan upaya komprehensif dalam meningkatkan fasilitas kesehatan yang ada.

Pemprov Kepri juga menyediakan sejumlah anggaran untuk melengkapi fasilitas tambahan di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud (RSJKO EHD) di Tanjunguban, Kabupaten Bintan. Pengembangan ini termasuk menjadikan Rumah Sakit RAT sebagai rumah sakit rujukan utama di provinsi tersebut.

Gubernur Ansar Ahmad secara tegas menyatakan bahwa tidak boleh ada disparitas layanan kesehatan antarwilayah di Kepulauan Riau. Seluruh warga, termasuk mereka yang berada di pulau-pulau terluar, harus mendapatkan layanan kesehatan yang adil dan merata.

Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memastikan akses kesehatan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Peningkatan jumlah dokter spesialis dan subspesialis menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai tujuan pemerataan ini.

Dengan adanya kombinasi program penyekolahan dokter dan pengembangan infrastruktur kesehatan, diharapkan tidak ada lagi kendala signifikan dalam mendapatkan penanganan medis yang memadai. Ini merupakan investasi jangka panjang Pemprov Kepri untuk mewujudkan sistem kesehatan yang lebih kuat dan inklusif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi