Tabrak Mahasiswa UGM Argo sampai Terpental, Christiano Pengemudi BMW Ngaku Melaju 50-60 km/jam
Christiano menjadi tersangka karena diduga memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan di Jalan Palagan Tentara Pelajar.
Polisi telah menetapkan pengemudi BMW yakni Christiano Pengarapenta Pengindahan Tarigan sebagai tersangka dalam kecelakaan maut yang menewaskan mahasiswa FH UGM Arho Ericko Achfandi.
Pascaditetapkan sebagai tersangka, saat ini Christiano ditahan di Mapolresta Sleman. Christiano ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai lalai dalam berkendara sehingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.
Selain itu, Christiano juga diduga memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan yang telah ditentukan di Jalan Palagan Tentara Pelajar.
Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto Erning Wibowo mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka, saat terjadi kecelakaan mobil BMW berwarna putih itu melaju dengan kecepatan antara 50 sampai 60 km/jam.
Batas Kecepatan Jalan Pelajar 40 km/jam
Edy menjabarkan terkait pengakuan tersangka itu, penyidik Polresta Sleman masih menunggu hasil dari Tim Traffic Accident Analysis (TAA). Nantinya hasil dari Tim TAA ini akan memunculkan analisa berapa kecepatan mobil BMW saat mengalami kecelakaan.
"Kita masih menguji hasil kendaraannya. Kalau pengakuan tersangka melaju 50 sampai 60 km/jam. Nanti kita buktikan," kata Edy di Mapolresta Sleman, Rabu (28/5).
Edy menerangkan Jalan Palagan Tentara Pelajar merupakan jalan dengan status jalan provinsi. Berdasarkan rambu-rambu yang terpasang, kecepatan kendaraan maksimal 40 km/jam.
"Jalan di situ (tempat kejadian perkara), jalan provinsi itu. Di situ ada rambunya. Rambu di situ 40 km/jam. Artinya dari pengakuan tersangka ini sudah melebihi batas kecepatan," tutur Edy.
Edy menambahkan dari analisis, diketahui jika kecelakaan terjadi karena pengemudi mobil BMW yakni Christiano kurang konsentrasi saat menyetir.
Hal ini diperkuat dengan temuan, mobil BMW baru melakukan pengereman setelah menabrak sepeda motor Vario yang dikendarai Argo.
"Ini analisa kita ya, dia (pengemudi BMW) kurang konsentrasi. Pada saat naik kendaraan (mengemudi) dia tidak klakson, tidak ada upaya menghindar kemudian tidak ada pengereman. Rem dilakukan setelah nabrak," tutup Edy.