Mimpi Argo Mahasiswa UGM Bahagiakan Ibunda dan Adik Pupus Usai Tewas Ditabrak BMW
Semasa hidup, Argo dikenal aktif berorganisasi dan memberikan dampak positif bagi teman-temannya. Bahkan Argo terpilih sebagai penulis terbaik.
Meiliana, ibunda Argo Ericko Achfando (19), mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tewas usai ditabrak mobil BMW dikendarai Christiano Pengarapenta Pengindahan Tarigan di Jalan Palagan Tentara, Sleman, Yogyakarta merasa bangga anaknya memilki banyak teman semasa kuliah.
Sabtu (31/5) pagi, Meiliana kedatangan tamu dari ibu-ibu lintas fakultas di UGM yang menemuinya di rumahnya di Jalan H Atim II, Kalibaru, Cilodong, Depok.
"Kalau dari yang ibu-ibu datang dari lintas fakultas UGM 2022 mereka menyampaikan tali kasih dan bentuk sayang dan amanah dari anak-anakya," kata Meiliana, Sabtu (31/5).
Argo Kebanggan Ibunda
Para orang tua dari lintas fakultas UGM memberikan bantuan dukungan kepada keluarga untuk tetap semangat. Meiliana menuturkan rasa bangganya terhadap anak sulungnya yang ternyata banyak berkontribusi di lingkungan dan organisasi saat kuliah.
"Terlepas itu semua itu adalah bentuk kasih bahwa sosok anak saya ini adalah yang dikenal sosok yang baik dan berkontribusi banyak ke lingkungan, terutama organisasi dan orang-orang yang berhubungan setiap hari," ujar Meiliana.
Argo Pejuang Keras
Semasa hidup, Argo juga sempat mengajar siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Dia juga dikenal aktif berorganisasi dan memberikan dampak positif bagi teman-temannya. Bahkan Argo terpilih sebagai penulis terbaik dan membuat teman-temannya termotivasi.
"Secara yang tadi datang angkatan 22 itu adalah teman mengajar almarhum. Benar almarhum mengajar kelas 1 SD, ini dari yang hadir adalah teman organisasi itu angkatan 22 dan beliau menyatakan bahwa Argo anak yang baik dan dia terpilih sebagai penulis terbaik dalam hal ini terkait bahasa dan juga pokoknya Argo adalah sosok tulisan yang ditulisnya sangat baik. Itu yang akhirnya menginspirasi temannya karena ini angkatan 2022," kenang Meiliana.
Sebagai single parent, Meiliana mengaku sangat bersyukur banjir dukungan kepadanya untuk mencari keadilan bagi Argo. Dia merasa terharu karena semasa hidup Argo ternyata banyak membawa dampak efek dan bermanfaat untuk teman-temannya.
"Sangat terharu, ternyata semasa hidup almarhum Argo membawa dampak efek dan bermanfaat sekali untuk teman-temannya, bukan hanya di sesama fakultas tapi lintas fakultas bahkan teman-teman sekolah dari SD sampai kuiliah," kata Meiliana.
Sosok Pendiam
Meiliana menuturkan, sehari-hari Argo adalah sosok pendiam dan cuek. Namun dia meyakini dan bersaksi Argo adalah anak yang baik, soleh, santun, pintar.
Argo memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi terhadap masa depan. Almarhum punya tujuan yang sangat baik yaitu ingin membahagiakan ibu dan juga untuk adiknya.
“Saya meyakini sebagai ibunya kalau secara anak saya pribadi kalau di saya anak yang diam dan cuek. Tapi Saya meyakini bahwa anak ini memang baik, soleh, santun, pintar dan dia punya semangat dan dedikasi yang tinggi terhadap masa depan dia karena dia punya tujuan yang sangat baik yaitu ingin membahagiakan ibunya yang selaku single mam hingga saat ini, dan juga untuk adiknya yang masih SMA," kata dia.
Dengan semangat dan tujuan hidup yang sudah direncanakan, Meiliana merasa bangga terhadap anaknya itu. Sejak ditinggal ayahnya 11 tahun lalu, Argo terbiasa mandiri dan menyelesaikan persoalan seorang diri.
“Jadi itu buat saya adalah satu kebanggaan bahwa anak saya ini mempunyai tujuan hidup yang luar biasa. Sangat terharu, banyak sekali semua teman dari berbagai kalangan, dari berbagai jurusan, termasuk orang tua,” pungkasnya.