Sulawesi Selatan Siap Jadi Lokus Baru Program TEKAD, Tahukah Anda Sudah Jangkau 9 Provinsi?
Sulawesi Selatan menunjukkan kesiapan menjadi lokus baru Program TEKAD, inisiatif Kemendes PDT dan IFAD. Simak bagaimana program ini memperkuat ekonomi desa di Indonesia Timur.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan kesiapannya untuk menjadi lokus baru Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, Jufri Rahman. Usulan tersebut telah disampaikan kepada pihak terkait.
Program TEKAD merupakan inisiatif kolaboratif antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini telah berjalan sejak tahun 2020. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat desa.
Jufri Rahman berharap agar jangkauan program ini dapat diperluas. Ia menyebutkan bahwa ada beberapa desa di Sulawesi Selatan yang memenuhi syarat. Program ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan sumber daya alam secara inklusif dan berkelanjutan.
Memperkuat Ekonomi Desa melalui Program TEKAD
Program TEKAD dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Inisiatif ini berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi lokal. Kemendes PDT dan IFAD menjadi motor utama dalam pelaksanaannya. Mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan ini.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, Program TEKAD telah menunjukkan dampak signifikan. Program ini berhasil menjangkau 1.110 desa. Cakupannya tersebar di 25 kabupaten. Ini menunjukkan skala implementasi yang luas.
Sembilan provinsi di Indonesia Timur telah menjadi sasaran utama program ini. Provinsi tersebut meliputi Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Keberadaan program ini di wilayah tersebut sangat strategis.
Tujuan utama Program TEKAD adalah memperkuat ketahanan ekonomi desa. Selain itu, program ini juga mendorong pengelolaan sumber daya alam. Pendekatan yang digunakan adalah inklusif dan berkelanjutan. Ini penting untuk masa depan desa.
Kesiapan Sulawesi Selatan dalam Transformasi Ekonomi
Sulawesi Selatan menunjukkan perhatian besar terhadap agenda transformasi ekonomi. Sekda Jufri Rahman menegaskan komitmen daerah ini. Fokus utama adalah penguatan sektor unggulan. Ini sejalan dengan potensi daerah.
Sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata menjadi prioritas utama. Upaya dilakukan melalui hilirisasi produk. Penggunaan teknologi juga dioptimalkan. Hal ini untuk meningkatkan nilai tambah.
Pengembangan fasilitas pendukung juga menjadi perhatian. Hal ini bertujuan meningkatkan daya saing daerah. Selain itu, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Investasi pada infrastruktur sangat krusial.
Konsep ekonomi biru dan transformasi digital turut diusung. Kedua konsep ini tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Sulsel 2024–2045. Ini menunjukkan visi jangka panjang Sulsel dalam menghadapi tantangan global.
Komitmen Bersama untuk Kesejahteraan Desa
Sekretaris Jenderal Kemendes PDT, Taufik Madjid, menekankan pentingnya komitmen. Workshop yang diadakan menjadi sarana memperkuat komitmen pemerintah daerah. Terutama di wilayah sasaran Program TEKAD.
Taufik Madjid menegaskan bahwa komitmen yang sudah terbangun harus dilanjutkan. Program TEKAD memiliki peran vital. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di desa.
Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antarlembaga. Pemerintah daerah diharapkan terus mendukung inisiatif ini. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.
Sumber: AntaraNews