Stok Darah Lebak Aman Selama Ramadhan, PMI Pastikan Cukupi Kebutuhan Pasien
Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD-PMI) Kabupaten Lebak memastikan stok darah aman selama Ramadhan dengan 300 kantung, cukup untuk tiga pekan ke depan, guna memenuhi kebutuhan pasien rumah sakit.
Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (UTD-PMI) Kabupaten Lebak, Banten, menyatakan ketersediaan stok darah saat ini relatif aman selama bulan suci Ramadhan. Persediaan ini dipastikan mencukupi kebutuhan pasien di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung serta rumah sakit lainnya.
Kepala UTD-PMI Kabupaten Lebak, dr. Firman Rahmatullah, pada Minggu (22/2), mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki sekitar 300 kantung darah. Jumlah tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan selama tiga pekan mendatang.
Ketersediaan darah yang stabil ini memberikan kepastian bagi masyarakat dan fasilitas kesehatan di Lebak. Pihak UTD-PMI terus berupaya menjaga pasokan darah agar selalu siap sedia.
Strategi Pemenuhan Stok Darah di Lebak
Untuk menjaga ketersediaan stok darah, UTD-PMI Lebak menerapkan berbagai strategi pemenuhan yang efektif. Salah satunya adalah melalui sistem pengganti donor dari keluarga pasien yang membutuhkan.
Selain itu, UTD-PMI juga mengoptimalkan program jemput bola dengan mendatangi langsung calon pendonor. Pendonor ini berasal dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum, pelajar, karyawan, pegawai negeri, hingga komunitas profesi.
Dr. Firman Rahmatullah menambahkan bahwa selama bulan Ramadhan, jumlah pendonor yang menyumbangkan darah justru mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat untuk berbagi di bulan penuh berkah.
Peningkatan partisipasi pendonor ini sangat membantu UTD-PMI dalam menjaga pasokan darah tetap stabil. Mereka meyakini persediaan darah akan mencukupi sepanjang kebutuhan Ramadhan.
Permintaan Darah yang Stabil di Lebak
Permintaan darah untuk pasien di RSUD Adjidarmo Rangkasbitung dan rumah sakit lainnya di Lebak relatif stabil dan tidak menunjukkan peningkatan tajam. Ini membantu UTD-PMI dalam mengelola stok darah secara efisien.
Kebanyakan permintaan darah yang masuk adalah untuk trombosit, khususnya bagi pasien yang menderita demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, darah juga banyak dibutuhkan untuk operasi ibu melahirkan.
Setiap harinya, UTD-PMI Lebak mencatat rata-rata permintaan darah berkisar antara 25 hingga 40 kantung. Angka ini menjadi acuan dalam perencanaan dan pengelolaan stok darah harian.
Kestabilan permintaan ini memungkinkan UTD-PMI untuk lebih fokus pada upaya pengumpulan darah. Mereka dapat memastikan pasokan sesuai dengan kebutuhan rutin rumah sakit.
Semangat Donor Darah Masyarakat Lebak
Kesadaran masyarakat Kabupaten Lebak untuk menjadi pendonor darah secara rutin sangat tinggi, bahkan selama bulan Ramadhan. Salah satunya adalah Nuriman, warga Rangkasbitung.
Nuriman mengaku rutin mendonorkan darahnya setiap tiga bulan sekali ke UTD-PMI Lebak. Ia telah menjadi pendonor sejak tahun 2000, menunjukkan komitmen jangka panjangnya.
Menurut Nuriman, kegiatan donor darah ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan. Terlebih lagi, semangat berbagi semakin terasa kuat di bulan Ramadhan.
Dedikasi para pendonor seperti Nuriman menjadi tulang punggung dalam menjaga ketersediaan darah. Mereka memastikan pasien yang membutuhkan dapat segera tertolong tanpa kendala.
Sumber: AntaraNews