Sleman dan AFKUBI Perkuat Komitmen Tingkatkan Toleransi Beragama Melalui Pendekatan Budaya
Pemerintah Kabupaten Sleman dan AFKUBI bersinergi memperkuat Toleransi Beragama melalui budaya, menegaskan komitmen menjaga kerukunan dan keberagaman di tengah masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, bersama Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia (AFKUBI) mengukuhkan komitmen bersama. Keduanya bersinergi meningkatkan toleransi beragama serta kerukunan melalui pendekatan budaya yang inklusif dan harmonis.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam menjaga nilai-nilai keberagaman di tengah masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan setelah menerima kunjungan silaturahmi AFKUBI di Sleman pada Sabtu (30/5).
Rombongan AFKUBI, dipimpin Ketua Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, turut dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari para Ida Pedanda atau pemimpin rohaniawan Hindu serta tokoh Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas Sleman yang toleran dan menghargai perbedaan.
Sinergi Pemerintah dan Komunitas Agama untuk Toleransi
Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut baik kunjungan AFKUBI, menegaskan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan kerukunan di tengah masyarakat. Bupati Harda Kiswaya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis.
AFKUBI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Sleman atas dukungan yang diberikan. Dukungan tersebut sangat berarti dalam proses pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan toleransi beragama dapat terwujud melalui kerja sama yang erat.
Komitmen bersama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola kerukunan umat beragama. Pendekatan budaya dipilih karena dianggap mampu merangkul berbagai latar belakang keyakinan. Hal ini menciptakan pemahaman yang lebih mendalam antarumat beragama.
Candi Candra Geni Sri Sedana: Simbol Kerukunan Budaya
Pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana, yang berlokasi di Padukuhan Kemiri, Purwobinangun, Pakem, menjadi simbol kerukunan umat beragama melalui budaya. Bupati Harda Kiswaya menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini. Menurutnya, candi tersebut merepresentasikan nilai-nilai toleransi yang dipegang teguh oleh Sleman.
Harda juga memastikan bahwa proses pembangunan candi akan berjalan baik tanpa menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap sensitivitas sosial dan keagamaan. Keberadaan candi diharapkan dapat memperkaya khazanah budaya lokal.
Ketua AFKUBI, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, berharap candi ini tidak hanya menjadi simbol kerukunan umat beragama. Lebih dari itu, melalui konsep integratif spiritualitas, budaya, dan ekonomi, candi ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Lokasinya di kawasan lereng Merapi menambah potensi daya tarik wisata.
Memperkuat Identitas Sleman yang Inklusif
Dukungan terhadap pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana memperkuat identitas Sleman sebagai wilayah yang toleran, inklusif, dan menghargai perbedaan. Pemerintah Kabupaten Sleman secara konsisten berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Ini termasuk bagi mereka yang memiliki keyakinan beragam.
AFKUBI mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memelihara kerukunan. Mereka berharap, melalui proyek-proyek budaya semacam ini, nilai-nilai toleransi akan semakin mengakar kuat. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan hidup bermasyarakat.
Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengedepankan persatuan dan kesatuan. Dengan demikian, Sleman tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya. Namun juga karena kemampuannya dalam merawat keberagaman sebagai kekuatan. Ini menjadi aset berharga bagi kemajuan daerah.
Sumber: AntaraNews