Sembilan Pencari Kerja di Job Fair Bekasi Dilarikan ke IGD
Mereka yang antre sejak pukul 06.00 WIB tak sabar ingin melamar di 64 perusahaan yang membuka lebih dari 2.500 lowongan kerja.
Kegiatan Job Fair yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi di President University Convention Center, Jababeka, Selasa (27/5), berakhir ricuh. Ribuan pencari kerja yang memadati lokasi sejak pagi hari saling dorong, hingga mengakibatkan sembilan orang pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Kericuhan terjadi ketika ribuan peserta, yang sebagian besar merupakan lulusan baru, berebut masuk ke dalam gedung setelah pintu dibuka pukul 09.00 WIB. Mereka yang antre sejak pukul 06.00 WIB tak sabar ingin melamar di 64 perusahaan yang membuka lebih dari 2.500 lowongan kerja.
"Mereka (pencari kerja) sudah datang dari jam 6 pagi, sudah mulai mengantre. Karena semakin banyak mengantrenya tidak bisa sambil duduk, akhirnya mereka berdiri dan semakin banyak yang datang, otomatis yang di depan semakin terdorong," kata Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Bekasi, Nur Hidayah Setyowati, Rabu (28/5).
9 Pencaker Dilarikan ke IGD
Dalam insiden tersebut, sembilan pencari kerja terpaksa dilarikan ke IGD rumah sakit terdekat akibat kelelahan dan sesak napas karena berdesakan. Beruntung, tidak ada yang harus dirawat inap.
"Enggak ada yang dirawat... hanya dimasukkan ke IGD, dan kemudian sudah pulang," jelas Nur.
Ricuhnya pelaksanaan bursa kerja offline ini menjadi viral di media sosial. Netizen menyoroti penerapan sistem lamaran digital melalui QR code di acara fisik yang justru menimbulkan kerumunan besar.
Nur menjelaskan, penerapan sistem hybrid dipilih untuk memudahkan perusahaan dan pencari kerja.
"Offline kan pertemuannya, tapi untuk apply tetap digitalisasi... perusahaan sekarang hampir tidak ada yang menerima lamaran yang pakai amplop," ujarnya.
Namun, beberapa perusahaan tetap menerima lamaran fisik asalkan mencantumkan nomor kontak.
Pemkab Evaluasi Total Pelaksanaan Job Fair
Disnaker mengakui, pelaksanaan job fair ini akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh, mulai dari sistem lamaran, konsep acara, hingga kinerja event organizer (EO).
"Untuk evaluasi nanti apakah konsep job fair yang akan kita adakan ke depan akan tetap seperti itu dengan perbaikan, atau kita akan berubah konsep misalnya menjadi virtual kembali... itu masih akan kita bahas," pungkas Nur.