Kisah Pencari Kerja: Mimpi Bekerja dari Gudang ke Gedung
Job fair yang digelar di GOR Tanjung Duren dipenuhi oleh pelamar. Ada yang baru lulus, ada juga yang mencari tempat kerja baru.
Agung (26) terlihat hanya mondar-mandir, satu persatu stand perusahaan di job fair dihampiri. Sambil ditemani rekannya, Agung mengorek informasi perusahaan seperti lowongan yang dibutuhkan dan sistem kerja yang dibangun perusahaan tersebut.
Namun tidak ada satupun CV atau surat lamaran yang diberikan kepada penjaga stand perusahaan yang berjaga.
Meskipun masih berstatus mahasiswa aktif, Agung ingin mencari tempat kerja baru setelah bosan dengan pekerjaan sebelumnya di bagian warehouse di perusahaan ekspedisi.
Gudang nan panas dan pengap membuat dirinya merasa jenuh dan mencoba peruntungan baru bekerja di gedung yang sudah menjadi impiannya sejak dulu.
"(Maunya) di bank, kayak staf marketing," ucap Agung kepada merdeka.com di acara jobfair yang diselenggarakan di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (4/6).
Sehari-hari selama bekerja di gudang, Mahasiswa Universitas UIN Syarif Hidayatullah itu hanya menyortir barang paket berstatus pegawai harian.
Di satu sisi, dia juga masih berkutat dengan skripsi demi bisa meraih gelar Sarjana Ilmu Politik. Tidak ada rasa beban yang dipikulnya, semua serasa mengalir begitu saja bagi Agung.
Namun pekerjaan di gudang jasa ekspedisi hanya berlangsung 2 bulan. Itu pun berdasarkan rekomendasi teman. Selepasnya dia ingin fokus menyusun skripsinya kembali.
Di pertengahan jalan, rasa galau menyelimuti Agung, pekerjaan seperti apa yang nantinya bisa dia lakukan.
Semua lowongan dan bidang pekerjaan dilamarnya melalui online tanpa memperdulikan keberlanjutan gelar sarjananya. Semua pekerjaan mau dia geluti asal berada di gedung selepas secara resmi menyandang gelar sarjana.
Namun Agung hanya bisa tertampar oleh dunia nyata, dia harus bertarung dengan ribuan orang yang juga berkutat dengan dunia pencari kerja.
"Kalau dibilang susah, susah sih karena banyak yang ngelamar juga, tapi selagi mencoba siapa tau (rejeki)," katanya dengan penuh optimis.
Agung hingga kini masih rutin menyisipkan surat lamaran dan CV-ya secara online ke perusahaan yang sedang buka lowongan sambil menyisipkan doa di dalamnya.