Pemprov DKI Jakarta Perluas Akses Pekerjaan Disabilitas, Dorong Kemandirian dan Kontribusi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen memperluas Akses Pekerjaan Disabilitas Jakarta, sebuah langkah krusial untuk meningkatkan kemandirian serta kontribusi mereka dalam pembangunan ibu kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemprov DKI Jakarta Perluas Akses Pekerjaan Disabilitas, Dorong Kemandirian dan Kontribusi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno berkomitmen memperluas penyerapan tenaga kerja disabilitas, membuka peluang kemandirian dan kontribusi aktif di tengah tantangan ketenagakerjaan Jakarta. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan kembali komitmennya untuk memperluas akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas di ibu kota. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kontribusi signifikan mereka dalam pembangunan kota Jakarta yang berkelanjutan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemprov DKI untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi seluruh warganya.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, pada Sabtu, 6 Desember. Beliau berpidato dalam acara pembukaan pameran kerja yang khusus diperuntukkan bagi penyandang disabilitas di Universitas Tarumanegara, Grogol, Jakarta Barat. Acara ini menjadi wadah penting untuk mempertemukan pencari kerja disabilitas dengan berbagai perusahaan yang membuka lowongan.

Rano Karno menjelaskan bahwa pameran kerja ini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan antara pencari kerja dan pemberi kerja. Lebih dari itu, acara ini juga berperan penting dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya kesempatan kerja yang setara dan dapat diakses oleh setiap warga, tanpa terkecuali penyandang disabilitas.

Pameran kerja yang diselenggarakan di Universitas Tarumanegara menjadi bukti nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan Akses Pekerjaan Disabilitas Jakarta. Wakil Gubernur Rano Karno menekankan bahwa kegiatan semacam ini sangat vital untuk mewujudkan kesetaraan. "Acara ini tidak hanya menghubungkan pencari kerja disabilitas dengan pemberi kerja tetapi juga meningkatkan kesadaran publik bahwa kesempatan kerja harus dapat diakses oleh setiap warga," ujar Rano Karno.

Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi hambatan yang sering dihadapi penyandang disabilitas dalam mencari pekerjaan. Dengan mempertemukan mereka langsung dengan perusahaan, diharapkan proses rekrutmen menjadi lebih efisien dan inklusif. Job fair ini juga menjadi platform edukasi bagi perusahaan tentang potensi besar yang dimiliki oleh penyandang disabilitas.

Pemerintah provinsi bertekad memastikan lebih banyak warga penyandang disabilitas mendapatkan akses pekerjaan yang layak. Hal ini sejalan dengan visi Jakarta untuk menjadi kota global yang memberikan manfaat pembangunan bagi semua lapisan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di kalangan penyandang disabilitas dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Meskipun Jakarta terus bertransformasi menjadi kota global, ibu kota masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk tingkat pengangguran terbuka. Data menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Jakarta mencapai 6,05 persen per Agustus 2025. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam upaya menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Di sisi lain, Rano Karno juga menyoroti kontribusi signifikan Jakarta terhadap perekonomian nasional. "Bahkan, Jakarta menyumbang 16,39 persen terhadap perekonomian nasional, dan pertumbuhan tahunan mencapai 4,96 persen pada kuartal ketiga 2025," jelasnya. Angka-angka ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki basis ekonomi yang kuat dan terus berkembang pesat.

Kekuatan ekonomi ini menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus mendorong inklusivitas. Dengan memperluas Akses Pekerjaan Disabilitas Jakarta, diharapkan akan ada peningkatan partisipasi ekonomi dari kelompok masyarakat ini. Peningkatan partisipasi tersebut pada gilirannya akan semakin memperkuat fondasi ekonomi kota.

Dorongan untuk menyediakan akses pekerjaan yang lebih baik bagi penyandang disabilitas ini didasari oleh landasan hukum yang kuat. Rano Karno menekankan bahwa upaya ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 serta Peraturan Daerah Jakarta Nomor 4 Tahun 2022 tentang penyandang disabilitas. Regulasi ini menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah untuk menciptakan kebijakan yang mendukung hak-hak penyandang disabilitas.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi. "Kami mengundang semua pemangku kepentingan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi warga penyandang disabilitas, yang merupakan bagian integral dari populasi Jakarta," kata Rano Karno. Kolaborasi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk menciptakan inovasi dan meningkatkan aksesibilitas di seluruh Jakarta.

Sebelumnya, pada hari yang sama, Rano Karno turut serta dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 di Ancol, Jakarta Utara. Dalam kesempatan tersebut, beliau kembali menegaskan tujuan Jakarta untuk menjadi kota global yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah kota berupaya memperluas ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas melalui program-program di bidang seni, pendidikan, ketenagakerjaan, transportasi, dan layanan publik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi