Sekda Jateng Pimpin Gerakan Resik-Resik Kantor, Wujudkan Lingkungan ASRI
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, memimpin Gerakan Resik-Resik Kantor bersama ASN, mewujudkan lingkungan kerja yang bersih dan mendukung program Jawa Tengah ASRI.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, bersama seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jateng, melaksanakan "Gerakan Resik-Resik Kantor" pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di area Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Semarang, sebagai upaya menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari program besar "Gerakan Jawa Tengah Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI)".
Pelaksanaan gerakan bersih-bersih ini diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung oleh Sekda Sumarno, menunjukkan komitmen pimpinan dalam menjaga kebersihan. Setelah apel, para ASN secara serentak mulai membersihkan berbagai area, termasuk halaman kantor, trotoar, hingga selokan di sekitar kompleks pemerintahan. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana kerja yang nyaman dan sehat bagi seluruh pegawai.
Gerakan "Resik-Resik Kantor" ini juga sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor: 600.4/0001544 tahun 2026 yang diterbitkan pada 19 Februari 2026, yang secara khusus mengatur tentang Gerakan Jawa Tengah ASRI. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya sekadar bersih-bersih rutin, melainkan implementasi nyata dari kebijakan pemerintah daerah untuk lingkungan yang lebih baik.
Partisipasi Aktif Pimpinan dalam Gerakan Resik-Resik Kantor
Sekda Sumarno menunjukkan teladan kepemimpinan dengan terjun langsung dalam Gerakan Resik-Resik Kantor. Ia bahkan tidak segan menyusuri selokan di sepanjang trotoar Jalan Pahlawan Nomor 9 Semarang. Tanpa ragu, Sumarno memungut berbagai jenis sampah seperti kabel, plastik, dan rumput yang menyumbat aliran air.
Aksi nyata ini diharapkan dapat memotivasi seluruh ASN untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar mereka. Selain membersihkan, Sumarno juga memberikan instruksi kepada jajarannya untuk segera memperbaiki lantai trotoar yang rusak atau pecah. Perbaikan ini penting guna memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para pejalan kaki yang melintas di area tersebut.
Sementara itu, kelompok ASN lainnya juga aktif melakukan kegiatan bersih-bersih di area samping dan belakang Kantor Gubernur Jateng. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas dalam upaya kolektif menjaga kebersihan fasilitas publik. Partisipasi menyeluruh ini mencerminkan komitmen Pemprov Jateng terhadap lingkungan yang bersih.
ASN Diharapkan Menjadi Duta Peduli Pengelolaan Sampah
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sumarno secara khusus mendorong seluruh ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Jateng untuk menjadi "duta-duta peduli pengelolaan sampah". Ia menekankan pentingnya peran aktif setiap individu dalam mengelola sampah dengan baik dan benar. Para ASN diharapkan menjadi ujung tombak perubahan perilaku masyarakat terkait kebersihan.
Sumarno menyampaikan bahwa menjaga kebersihan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap insan yang bertaqwa dan beriman. "Kami mohon bantuan panjenengan semua, bisa menjadi duta-duta pengelolaan sampah, menjadi ujung tombak yang peduli mengelola sampah dengan baik," ujarnya. Pesan ini menggarisbawahi dimensi spiritual dari kegiatan bersih-bersih.
Pada bulan Ramadhan ini, Sekda juga mengajak seluruh jajaran untuk mengisi dengan kegiatan positif, termasuk menjaga kebersihan pekarangan. Ajakan ini relevan dengan momen ibadah, di mana kebersihan fisik dan lingkungan juga menjadi bagian penting dari praktik keagamaan. Hal ini menegaskan bahwa kebersihan adalah bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai kebaikan.
Dampak Negatif Membuang Sampah Sembarangan dan Pentingnya Kebersihan
Sumarno secara tegas mengingatkan tentang dosa membuang sampah sembarangan, karena menjaga kebersihan adalah sebagian dari iman. Ia menjelaskan bahwa tindakan membuang sampah sembarangan dapat mengganggu aktivitas orang lain dan menimbulkan kerugian. Contohnya adalah botol mineral yang dibuang ke selokan, yang kemudian berkumpul dengan sampah lain di gorong-gorong.
Penumpukan sampah di saluran air ini pada akhirnya dapat mengakibatkan banjir, merugikan banyak pihak. "Dengan membuang sampah sembarangan, kita panen dosa karena membuat orang lain menderita tanpa kita sadari," kata Sumarno. Pernyataan ini menjadi pengingat keras akan konsekuensi dari tindakan yang sering dianggap sepele.
Oleh karena itu, Gerakan Resik-Resik Kantor ini tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik, tetapi juga pada edukasi dan peningkatan kesadaran. Diharapkan, melalui kegiatan ini, seluruh ASN dan masyarakat luas dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama. Upaya ini merupakan langkah konkret menuju lingkungan yang lebih sehat dan tertata.
Sumber: AntaraNews