Seskab Teddy Gaungkan Gerakan ASRI, Ajak Menteri dan Kepala Daerah Bersih-Bersih
Seskab Teddy mengundang semua kementerian dan kepala daerah untuk melaksanakan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo.
Pada hari Selasa (3/2/2026) pagi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya memimpin acara bersih-bersih di Kantor Sekretariat Kabinet yang berlokasi di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh kementerian dan kepala daerah untuk memulai inisiatif ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang telah dicetuskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu fokus dari program ASRI adalah kegiatan bersih-bersih yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan. Teddy menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih di Kantor Sekretariat Kabinet telah dilaksanakan sebelumnya, bahkan sebelum adanya instruksi dari Presiden Prabowo.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Teddy menyampaikan, "Pak Presiden kemarin sudah menyampaikan di depan forum, kita mulai Gerakan ASRI. Kepala Daerah, dari gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, semuanya ayo bersih-bersih."
Ia juga mengingatkan para menteri, anggota TNI, Polri, serta pimpinan BUMN untuk memberikan contoh yang baik dalam pelaksanaan kegiatan bersih-bersih tersebut. Teddy menekankan bahwa kepala daerah sebaiknya melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan, seperti SD, SMP, dan SMA, dalam aktivitas bersih-bersih ini.
Lebih lanjut, Teddy mengungkapkan, "Anda, kepala daerah, ada sekolah, SMA, SD, SMP, SMA di bawah provinsi, SD, SMP di bawah bupati, wali kota. Iya dong, bersihkan, ajak sama-sama, oke?" Ia juga menambahkan bahwa jika kepala daerah tidak dapat melaksanakan kegiatan ini sendiri, maka TNI dan Polri dapat dilibatkan.
"Kemudian BUMN kasih contoh, Menteri-Menteri kasih contoh, Kementerian kasih contoh, oke? Dan itu sudah biasa dilakukan," tutur Teddy, menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Perjuangan Melawan Sampah
Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan perang melawan sampah. Ia menginstruksikan kepada para menteri dan pejabat lainnya untuk secara rutin membersihkan sampah di area sekitar sebelum memulai aktivitas kerja mereka.
Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang diadakan oleh pemerintah pusat dan daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada hari Senin, 2 Februari 2026. Prabowo menekankan bahwa isu sampah yang dihadapi oleh Indonesia saat ini sangat mendesak. Ia menyebutkan bahwa sampah merupakan bencana dan sumber penyakit yang harus segera ditangani.
“Semua menteri, sebelum masuk kantor minimal setengah jam bersihkan lingkunganmu. Bener ya? Jangan siap-siap aja. Minimal setengah jam, pagi-pagi sebelum masuk kantor, kalau perlu menterinya yang memimpin,” tegas Prabowo. Selain itu, ia juga memberikan arahan kepada pemerintah daerah, termasuk para gubernur serta bupati atau wali kota, untuk secara aktif menangani masalah sampah di wilayah masing-masing. Prabowo menyarankan agar pemerintah daerah mengadakan kegiatan bersih-bersih yang melibatkan siswa sekolah sebagai bagian dari upaya penanganan sampah.
“Kita harus menyatakan perang terhadap sampah, bagaimana bupati wali kota? Ini untuk rakyat kita, sampah itu bencana, sampah itu penyakit, kita akan berjuang saudara-saudara. Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata kalau lingkungan kita enggak benar,” sambungnya.
Selain itu, Prabowo juga meminta agar para dandim, danrem, dan kepolisian mengerahkan anggotanya untuk membantu menyelesaikan masalah sampah ini.
“Kalau gubernur dan bupati tidak bisa saya perintah. Dandim, danrem, saya perintahkan kerahkan anak buatmu, kepolisian kerahkan anak buahmu. Danantara, semua BUMN, ribuan anak buahnya kerahkan, saya tidak mau lihat plastik atau sampah di sekitar kantor-kantor BUMN,” pungkas Prabowo.